
Sign up to save your podcasts
Or


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan dalam Kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Senin kemarin mengungkapkan bahwa, dirinya melihat kolaborasi erat antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Menurutnya, Kemendikbud Ristek sebagai penggagas acara dengan program Merdeka Belajar, telah menjadi solusi kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan industri.
Kata dia, karakter bangga Buatan Indonesia perlu ditanamkan sejak dini, sebagai pondasi untuk mencetak generasi yang peduli dengan produk dalam negeri, siap berwirausaha dan berkompetisi. Luhut pun mewanti Mas Menteri Nadiem Makarim sebagai Mendikbud Ristek, agar dapat mengawal hal ini dan memasukkannya dalam kurikulum pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Menko Luhut juga berharap agar karya pendidikan vokasi dapat dimanfaatkan oleh industri dalam negeri, termasuk Kementerian/Lembaga/Pemda.
Lantas, perlukah nilai-nilai cinta produk dalam negeri dimasukkan dalam kurikulum pendidikan? seberapa besar minat masyarakat terhadap produk dalam negeri saat ini? masihkah produk Indonesia kalah saing dengan produk luar di negeri sendiri? Kita akan cari tahu lebih lanjut soal hal ini bersama Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira dan Pengamat pendidikan, Doni Kusuma. Simak juga pernyataan dari Mendikbud Ristek Nadiem Makarim soal hal ini.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
By KBR PrimeMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan dalam Kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Senin kemarin mengungkapkan bahwa, dirinya melihat kolaborasi erat antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Menurutnya, Kemendikbud Ristek sebagai penggagas acara dengan program Merdeka Belajar, telah menjadi solusi kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan industri.
Kata dia, karakter bangga Buatan Indonesia perlu ditanamkan sejak dini, sebagai pondasi untuk mencetak generasi yang peduli dengan produk dalam negeri, siap berwirausaha dan berkompetisi. Luhut pun mewanti Mas Menteri Nadiem Makarim sebagai Mendikbud Ristek, agar dapat mengawal hal ini dan memasukkannya dalam kurikulum pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Menko Luhut juga berharap agar karya pendidikan vokasi dapat dimanfaatkan oleh industri dalam negeri, termasuk Kementerian/Lembaga/Pemda.
Lantas, perlukah nilai-nilai cinta produk dalam negeri dimasukkan dalam kurikulum pendidikan? seberapa besar minat masyarakat terhadap produk dalam negeri saat ini? masihkah produk Indonesia kalah saing dengan produk luar di negeri sendiri? Kita akan cari tahu lebih lanjut soal hal ini bersama Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira dan Pengamat pendidikan, Doni Kusuma. Simak juga pernyataan dari Mendikbud Ristek Nadiem Makarim soal hal ini.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]