
Sign up to save your podcasts
Or


Renungan pagi : PILIHAN ADA DI TANGAN KITA (bag.3)
Merasa, bahwa sesungguhnya kita tidak pernah memiliki apapun di dunia ini, memudahkan kita untuk mensyukuri hal yang sedikit yang Tuhan percayakan sebagai berkat atas hidup kita. Karena memahami bahwa kita tidak pernah memiliki apapun di dunia ini, maka asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Akibatnya, kita dapat beribadah dengan rasa cukup dan itu memberi keuntungan besar, seperti yang tertulis dalam 1 Tim.6:6
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
Saudaraku, ada banyak hal yang tidak pernah kita sadari berlangsung dalam kehidupan kita setiap hari, bahkan hal-hal itu sering tidak terpikirkan oleh kita. Ketika bangun pagi menyongsong hari baru ada detak kehidupan di jantung kita yang sering tidak kita sadari. Jantung kita berdenyut secara teratur tanpa kita sendiri menggerakkannya, bagi saya itu sesuatu yang sangat menakjubkan. Apakah kita menyadari bahwa kita sama sekali tidak berkuasa untuk membuat jantung kita berdetak, mengatur iramanya dan bagaimana ia memompa darah mengalir ke seluruh bagian tubuh kita?
Menurut para ahli, jantung orang dewasa berdenyut antara 60-100 kali permenit, atau sekitar 100 ribu kali setiap hari atau 36 juta kali selama setahun. Jadi, jika kita berusia 40 tahun berarti jantung kita sudah berdetak sekitar 1 milyar 440 juta kali. Ini semua terjadi tanpa kita sadari, tanpa kita melihatnya dan tanpa kita sanggup mengaturnya.
Waktu kita tidur jantung berdetak di bawah 60 kali permenit. Karena dalam keadaan seperti itu metabolisme tubuh melemah, sistem syaraf parasimpatis lebih aktif, sehingga memperlambat kinerja jantung dan membuat kita menjadi rileks. Apakah kita mengaturnya? Saudaraku, jika detak jantung kita itu produk berbayar, berapa biaya kita harus keluarkan? Puji Tuhan, semua itu diberikan gratis oleh Tuhan kepada kita.
Fakta lain tentang jantung adalah, ia memompa sekitar 5 liter darah ke seluruh tubuh kita dalam satu menit. Darah mengalir melalui sistem pembuluh darah dalam 20 detik. Dalam sehari jantung memompa sekitar 2000 galon darah sejauh 60.000 mil melalui pembuluh darah. Jika saya bandingkan dengan jarak antara kota Padang dan Tuapejat melalui selat Mentawai pergi pulang sejauh 192 mil laut, maka jarak 60.000 mil itu setara perjalanan bolak balik Padang Mentawai sebanyak 312 kali lebih. Dan sekali lagi, bukan kita yang mengaturnya.
Saya tambahkan lagi dengan sesuatu yang bagi saya juga sangat mengherankan, ketika Tuhan kita berkata, ”bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya.” Jumlah rambut di kepala kita, siapakah yang peduli, bahkan diri kita sendiripun tidak peduli. Apakah arti semuanya ini? Satu saja, Dialah yang mengatur dan memelihara hidup kita, karena hidup kita adalah milik-Nya. Dialah penyeleggara kehidupan kita, karena kita sendiri tidak sanggup menyelenggarakannya. Jadi mari kita dengar kesimpulan dari Tuhan kita Yesus Kristus tentang kekuatiran :
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?
Pilihan ada di tangan kita!
By GPdI Ujung MentengRenungan pagi : PILIHAN ADA DI TANGAN KITA (bag.3)
Merasa, bahwa sesungguhnya kita tidak pernah memiliki apapun di dunia ini, memudahkan kita untuk mensyukuri hal yang sedikit yang Tuhan percayakan sebagai berkat atas hidup kita. Karena memahami bahwa kita tidak pernah memiliki apapun di dunia ini, maka asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Akibatnya, kita dapat beribadah dengan rasa cukup dan itu memberi keuntungan besar, seperti yang tertulis dalam 1 Tim.6:6
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
Saudaraku, ada banyak hal yang tidak pernah kita sadari berlangsung dalam kehidupan kita setiap hari, bahkan hal-hal itu sering tidak terpikirkan oleh kita. Ketika bangun pagi menyongsong hari baru ada detak kehidupan di jantung kita yang sering tidak kita sadari. Jantung kita berdenyut secara teratur tanpa kita sendiri menggerakkannya, bagi saya itu sesuatu yang sangat menakjubkan. Apakah kita menyadari bahwa kita sama sekali tidak berkuasa untuk membuat jantung kita berdetak, mengatur iramanya dan bagaimana ia memompa darah mengalir ke seluruh bagian tubuh kita?
Menurut para ahli, jantung orang dewasa berdenyut antara 60-100 kali permenit, atau sekitar 100 ribu kali setiap hari atau 36 juta kali selama setahun. Jadi, jika kita berusia 40 tahun berarti jantung kita sudah berdetak sekitar 1 milyar 440 juta kali. Ini semua terjadi tanpa kita sadari, tanpa kita melihatnya dan tanpa kita sanggup mengaturnya.
Waktu kita tidur jantung berdetak di bawah 60 kali permenit. Karena dalam keadaan seperti itu metabolisme tubuh melemah, sistem syaraf parasimpatis lebih aktif, sehingga memperlambat kinerja jantung dan membuat kita menjadi rileks. Apakah kita mengaturnya? Saudaraku, jika detak jantung kita itu produk berbayar, berapa biaya kita harus keluarkan? Puji Tuhan, semua itu diberikan gratis oleh Tuhan kepada kita.
Fakta lain tentang jantung adalah, ia memompa sekitar 5 liter darah ke seluruh tubuh kita dalam satu menit. Darah mengalir melalui sistem pembuluh darah dalam 20 detik. Dalam sehari jantung memompa sekitar 2000 galon darah sejauh 60.000 mil melalui pembuluh darah. Jika saya bandingkan dengan jarak antara kota Padang dan Tuapejat melalui selat Mentawai pergi pulang sejauh 192 mil laut, maka jarak 60.000 mil itu setara perjalanan bolak balik Padang Mentawai sebanyak 312 kali lebih. Dan sekali lagi, bukan kita yang mengaturnya.
Saya tambahkan lagi dengan sesuatu yang bagi saya juga sangat mengherankan, ketika Tuhan kita berkata, ”bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya.” Jumlah rambut di kepala kita, siapakah yang peduli, bahkan diri kita sendiripun tidak peduli. Apakah arti semuanya ini? Satu saja, Dialah yang mengatur dan memelihara hidup kita, karena hidup kita adalah milik-Nya. Dialah penyeleggara kehidupan kita, karena kita sendiri tidak sanggup menyelenggarakannya. Jadi mari kita dengar kesimpulan dari Tuhan kita Yesus Kristus tentang kekuatiran :
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?
Pilihan ada di tangan kita!