Politik etis lahir sebagai kritik terhadap politik tanam paksa. Pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial Belanda memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan bumi putra. Pencetusnya adalah Van de Venter yang membuka mata kolonial untuk memperhatikan nasib bumi putera yang terbelakang. Ratu Wilhelmina mengumumkan menerima tanggung jawab tersebut dan berlangsung empat dekade dari tahun 1901 sampai masa pendusukan Jepang tahin 1942.