Prinsip-Prinsip dalam Pekerjaan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Wasiat Sughra Ibnu Taimiyah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 9 Rabi’ul Akhir 1445 H / 24 Oktober 2023 M.
Sebelumnya: Pentingnya Berdoa Kepada Allah
Kajian Tentang Prinsip-Prinsip dalam Pekerjaan
Ibnu Taimiyah Rahimahullahu Ta’ala tidak langsung menjawab pertanyaan tentang pekerjaan dan profesi terbaik yang bisa dipilih oleh seorang muslim. Tapi beliau memulai dahulu dengan beberapa prinsip yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim ketika dia ingin memilih pekerjaan atau profesi.
Beliau menyampaikan bahwa seorang muslim hendaknya berhusnudzan kepada Allah, yakin bahwa Dia bisa mencukupi kita, kemudian juga bertawakal kepada Allah dan banyak berdoa kepadaNya.
Hendaknya seorang muslim yang memikirkan dan mencari pekerjaan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perkara-perkara besar maupun perkara-perkara yang kecil. Meminta kepada Allah untuk bisa mendapatkan makanan, pakaian, bahkan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perkara-perkara yang lebih kecil, seperti jika tali sepatunya putus, karena kalau Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memudahkan baginya tali sepatu itu, maka dia tidak akan bisa mendapatkan kemudahan ini.
Semua ini diperintahkan oleh Allah dalam hadits Qudsi, juga diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan dari beliau. Kemudian, masih dalam rangka penjelasan tentang pentingnya berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu Ta’ala melanjutkan: “Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk banyak berdoa, di antara perintah itu adalah firmanNya:
…وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِن فَضْلِهِ…
“Dan mintalah kepada Allah anugerah yang Dia miliki.” (QS. An-Nisa'[4]: 32)
Rezeki adalah karunia dan anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka hendaknya kita tidak lupa memintanya kepada Allah, hanya Dia yang bisa memberikan rezeki, hanya Dia yang bisa memberikan anugerah ini. Maka hendaknya sebelum kita melangkah ke suatu profesi atau pekerjaan, kita meminta anugerah Allah dahulu.
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ…
“Maka jika shalat telah ditunaikan, maka menyebarlah di muka bumi; dan kejarlah anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala…” (QS. Al-Jumu’ah[62]: 10)
Jadi dimulai dengan menunaikan kewajiban kita dahulu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kalau sudah ditunaikan baru kita menyebar mencari rezeki dan anugerah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Meskipun konteks ayat ini tentang shalat jum’at, tapi maknanya mencakup semua shalat. Jadi perintah mencari rezeki ini tidak hanya setelah kita selesai shalat jumat saja, tapi kapan pun kita sudah menyelesaikan ibadah kepada Allah, maka dianjurkan untuk menyebar ke berbagai penjuru bumi untuk mencari anugerah dan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jadi jangan lupa untuk meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar anugerahNya turun kepada kita, kemudian jangan lupa untuk ikhtiar (mengambil sebab)...