Problematika Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah pada Kamis, 11 Syawal 1443 H / 12 Mei 2022 M.
Ceramah Agama Islam Tentang Problematika Remaja
Remaja dizaman sekarang ini menghadapi problematika yang berat. Karena zaman ini adalah zaman yang sangat penuh dengan fitnah. Fitnah berupa syahwat dan syubhat. Sedangkan jiwa remaja itu masih sangat labil dan sangat mudah sekali terpengaruh, mudah terombang-ambing kesana kemari. Jika Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak merahmatinya, maka dia akan terhempas, dia akan mengikuti arus-arus yang tidak baik. Tapi kalau Allah merahmatinya, maka Allah akan bimbing dia kepada kebaikan.
Maka betapa pentingnya pembahasan masalah problematika remaja. Karena memang remaja adalah generasi yang akan menggantikan orang-orang yang sudah tua. Dan generasi penerus inilah yang menjadi bidikan orang-orang yang ingin merusak mereka. Yaitu orang-orang yang notabene pemikirannya menyimpang, duniawiyah, materialistik, demikian pula berbagai macam penyimpangan-penyimpangan yang lainnya. Yang mereka incar adalah para remaja yang masih labil dan seperti gelas yang kosong sehingga siap untuk diisi.
Seorang remaja sangat membutuhkan bimbingan. Demikian pula seorang remaja sangat membutuhkan idola. Seorang remaja juga sangat membutuhkan teman. Seorang remaja juga sangat membutuhkan lingkungan.
Maka problematika besar yang dihadapi oleh seorang remaja adalah ketika ternyata ia memiliki teman dan lingkungan yang tidak mendukung.
Pentingnya teman
Masalah teman adalah masalah yang sangat urgent. Oleh karena itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an menyebutkan tentang penyesalan seorang penduduk api neraka yang masuk neraka karena teman. Allah berfirman dalam surah Al-furqan ayat 28:
يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ﴿٢٨﴾ لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِيا
“(Berkata penduduk api neraka itu:) “Aduh andaikan aku tidak menjadikan Si Fulan sebagai teman akrab saya. Sungguh ia telah menyesatkan aku setelah datangnya peringatan kepada diriku…” (QS. Al-Furqan[25]: 28)
Subhanallah.. Ini adalah penyesalan yang sudah tidak ada gunanya lagi. Ternyata ia masuk neraka karena salah bergaul.
Berapa banyak remaja yang terkena slogan-slogan yang dia kira itu sebagai sebuah kebenaran. Contohnya slogan “Kita harus gaul, jangan kuper” sehingga akhirnya kata-kata ini menghujam di hatinya, mengiang-ngiang di telinganya, dia mengatakan “Saya tidak boleh kuper (kurang pergaulan), saya harus gaul”. Akhirnya demi untuk disebut gaul dan tidak ingin disebut kuper, akhirnya dia bergaul kepada semua orang tidak peduli apakah orang itu akan menyelamatkan agamanya atau tidak.
Akhirnya kita melihat seorang remaja hanya karena ingin disebut gaul, disitulah dia tidak mendapatkan bimbingan yang cukup tentang bagaimana dia harus bergaul. Maka ia bergaul dengan orang-orang yang ia pandang itu manfaat untuk dirinya. Dia bergaul dengan orang-orang yang dia memandang cocok dengan keinginan.
Sehingga ketika ia mendapatkan teman-teman pergaulan yang tidak baik, disitulah akan terbentuk jiwa seorang remaja yang tidak baik lagi. Karena yang namanya jiwa manusia itu sangat mudah mengambil atau mencuri sifat orang lain. Apalagi yang namanya remaja masih labil, remaja belum punya pendirian, remaja belum bisa stabil. Sehingga ketika dia bergaul dengan orang yang salah, dia akan mengambil sifat orang tersebut dan menjadikannya sebagai sifat dirinya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingatkan dalam hadits:
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu diatas agama teman akrabnya, maka hendaklah seseorang melihat dengan siapa dia berte...