Perdebatan sering kali berujung pada saling jauh. Sebenarnya, jika saja mau, segala masalah bisa dibicarakan dengan bijak sambil makan siang, makan malam, atau jenis makan lainnya yang lebih intim.
akan menjadi seseorang yang tidak penting bagimu, atau bagi siapapun. Sehingga saat waktunya tiba, tanpa sepengetahuan siapapun, mereka akan menganggap aku sebagai orang yang sangat bahagia.
Siang ini kamar kubiarkan gelap. Terik matahari menyentuhkan diri sampai ke dalam rumah. Pintu terkunci dengan jendela yang kubiarkan terbuka. Kipas angin masih menoleh kanan-kiri. Hilir mudik di balik jendela kubiarkan lewat begitu saja.
Perpustakaan itu adalah kepalaku. Tamu-tamu itu adalah setiap orang yang bertanya tentangmu kepadaku. Sedangkan kamu sendiri, menjadi pendiri sekaligus pemilik perpustakaan itu. Setiap waktu, perpustakaan itu boleh saja dibubarkan semau kamu.
6 min
About @Protagonisku
From the publisher's feed
Seperti saksi mata, protagonisku adalah pengakuan atas peristiwa-peristiwa yang dialami oleh tokoh utama dalam membawa cerita.