Karya. Perri Mardia
POETRY
TITLE: Meeting again
CREATION. Perri Mardia
The sound of the clock rotating always rotates Making a question in my heart to bring into an agreement where you make out with him and I just leave it because I don't want to be said to be an enemy in a blanket Because one second I love you as well as the next second also loves you when the time of waiting is also like waiting for a round of time if it stops maybe this story is over. Is there maybe it was accidental because you who started it joke after joke became more and more my love was carried away in a rotating time because of the love that deceives between having or giving up without hesitation to love because knowing some time has not ended in years, especially all day has become mutual I already love giving up you and him to end the love story erasing all memories until a few dozen years later my departure was not meant to be waiting but you are still like that making a reunion
Bahasa Indonesia
PUISI
JUDUL : Pertemuan kembali
KARYA. Perri Mardia
Bunyi detak jam yang berputar selalu berputar
Membuat sebuah tanya dalam hati hingga membawa kesebuah perjanjian dimana kau yang bermesraan bersamanya dan ku tinggalkan begitu saja karna aku tidak mau dikatakan musuh dalam selimut
Karna satu detik aku mencintaimu begitu juga detik berikutnya juga mencintai mu ketika di saat penantian juga bagaikan penantian sebuah putaran waktu jika terhenti mungkin sudah terakhiri kisah ini
Adakah mungkin kiranya tak sengaja karna kau yang memulainya canda demi canda makin jadi cinta aku yang terlena terbawa di sebuah waktu yang berputar karna kasih yang mengelabui diantara memiliki atau merelakan kepergian tanpa keraguan mencintai karna mengenali beberapa waktu belum berakhir bertahun apalagi seharian sudah jadi saling memiliki
Aku terlanjur sayang merelakan kau dan dia hingga mengakhiri cerita cinta menghapuskan semua kenangan hingga beberapa belasan tahun kemudian kepergian ku bukan bermaksud menjadi penantian tetapi kau lah yang masih seperti itu membuat sebuah pertemuan kembali