Perri Mardia

Puisi : TAK SEORANGPUN TAHU


Listen Later

Karya. Perri Mardia
POETRY
TITLE: Nobody knows
CREATION. Perri Mardia
One Sunday we side by side with two to become kings and queens who are highly honored in the aisle by the invitees
The end of the wedding night ends with the recording of gifts and envelopes until they are recorded There is also your wish that will be granted when we are dating because I am the son of a rich person in the surrounding area
It didn't take several weeks for the oath process to pass Suddenly you jump over a window with a sobbing cry - audible sobs and screams of vomit I guess There's no point in crying because you who ran on the first night that I dreamed of as beautiful as the future will be evidence of shared memories into calamitous nights filled with tears
My patience is always the main thing after that incident the tears also ran out when you returned to grieve, saying that you were pregnant before the night of the proposal occurred and there is no more path to the memories as beautiful as you hoped
Until the first night became the night the court sentenced me to death and a little note on the aisle bed no one knew
Bahasa Indonesia
PUISI
JUDUL : Tak seorang pun tahu
KARYA. Perri Mardia
Satu Minggu kita bersanding dua menjadi raja dan ratu yang sangat tersanjung tinggi didalam pelaminan oleh para undangan
Akhir malam pengantin usai dengan pencatatan kado dan amplop hingga usai tercatat
Ada keinginan mu pun juga akan di kabulkan semasa kita berpacaran karna aku anak orang kaya di wilayah sekitar
Tidak berapa minggu proses sumpah berlalu
Mendadak kau melompati sebuah jendela dengan tangisan terisak - Isak dan teriakan muntah yang terdengar
Aku rasa
Tiada gunanya ditangisi karna kau yang lari di saat malam pertama yang ku impikan seindah masa depan akan jadi bukti kenangan bersama menjadi malam - malam petaka yang berlinangan air mata
Kesabaran ku selalu menjadi utama usai kejadian itu
air mata pun sudah habis ketika kau kembali bersedih sambil mengatakan telah hamil sebelum malam lamaran terjadi dan
tidak ada lagi jalan menuju kenangan seindah kau harapkan
Hingga malam pertama menjadi malam pengadilan memponisku mati dan sebuah catatan kecil diatas ranjang pelaminan tak seorang pun tahu
Peringatan :
Puisi ini diambil dari kisah percintaan yang nyata di alami jangan sampai terulang kesalahan dalam kisah mencari pendamping hidup
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Perri MardiaBy Perri Mardia