
Sign up to save your podcasts
Or


''Jika semalam adalah pamitmu yang terakhir,
aku sudah akan mulai belajar hampa, belajar sunyi,
mungkin sudah kubiarkan api di dadaku padam lebih awal.''
'Aku membencimu, bilamana mentafsir diriku sendiri tak lagi menjadi kepakaranku, aku membencimu.'
Kemana pergi rasa kasih dan sayang, jiwaku, kini mati memandangmu.
" Suatu saat masanya akan muncul, untuk aku melepaskanmu, dengan keikhlasan yang paling utuh."
"Kasih, katakan, bagaimana orang sepertiku, bisa menemukan dirimu, yang adalah sebuah karya agung."
"Panggillah namaku, aku akan selalu menyambutmu, meski kini hanya dalam doa sepiku."
"Dan kau akan selalu ku kenang, sampai pada redha Tuhan, mengejutku, dengan penerimaan."
"Aku cuma mahu tidur, bukannya tersenyum-senyum sendirian, mengalahkan anak kecil melihat pertunjukan."
"Dan suaramu yang gemersik, masih bermain-main, seperti gesekan biola tanpa henti."
From the publisher's feed

0 Listeners