Karya. Perri Mardia
POETRY
TITLE: Beautiful, beautiful woman
CREATION. Perri Mardia
So beautiful is the view of the various colors of flowers that are in full bloom But this one is different from the existing flowers, namely the red-orange flowers that always give off a fragrance when the daytime enlarges the flowers - the flowers become more visible to fertilize the plants so that the eye does not notice when they bloom
My dream of enjoying old age is also not possible with you anymore because the sense of urgency of your urge to divorce you is so unbearable because I can't stand something that always haunts me unlike the first night passed.
I don't know what happened on the second night Imagine what would end in front of the court hammer and be surrounded by witnesses witnessing marital relationships
But Let go of this evening too until the bright morning illuminates and warms us by the warm sunshine because of the cold morning dew
I have never disrespected the sacrifice of your love And I immerse my admiration for you because many who come and go, only you I made me interested in feeling love until I married
Because love has a feeling that cannot be calculated because it can be spoiled, sad, happy because of love and as it is if without love, life will be lived if you have the heart to live it.
It's not my body fragrance that closes our meeting or yours, but you are making an act of saving the fragrance that is still sticking to your body
Not because of last night's cappuccino and a pack of sucked Marlboro cigarettes that has stifled my breath until I'm full of mistakes you keep throwing at me
But still I accept that you want to divorce me for her and her heart which I hid from your heart's intentions before you introduced them to me first I recognized them without your knowledge because my satisfaction was able to see the crime of a beautiful and beautiful woman.
Bahasa Indonesia
PUISI
JUDUL : Wanita cantik rupawan
KARYA. Perri Mardia
Begitu indahnya pemandangan bermacam - macam warna bunga yang begitu sedang mekarnya
Tetapi yang satu ini berbeda dari bunga yang ada yaitu bunga berwarna merah jingga yang selalu mengeluarkan wangian ketika siang hari mengairahkan bunga - bunga yang ada menjadi lebih terlihat menyuburkan tanaman hingga tidak jera pandangan mata memandang ketika mekar
Hayalan ku untuk menikmati hari tua juga tidak memungkin kan lagi dengan mu karna rasa mendesak desak mu untuk menceraikan mu sebegitu tak tertahan kan karna aku tidak tahan ada yang selalu menghantui ku tidak seperti malam pertama terlalui
Entah apa yang telah terjadi di saat malam kedua
Membayangkan yang akan berkahir di depan palu pengadilan dan dikelilingi saksi menyaksikan hubungan perkawinan
Tetapi
Lepaskan juga kepergian malam ini hingga pagi hari yang cerah menerangi dan menghangatkan kita oleh sinar matahari yang hangat karna dingin embun pagi
Aku tidak pernah tidak menghargai pengorbanan cinta mu
Dan aku membenamkan rasa kagum ku padamu karna banyak yang datang dan pergi cuma kamu aku yang membuatku tertarik untuk merasakan cinta hingga ku nikahi
Karna cinta itu mempunyai rasa yang tak mampu di hitung karna bisa menjadi manja, sedih, bahagia karna cinta dan sebagai nya jika tanpa cinta sungguh mati kehidupan yang akan di tempuhi jika tega menjalani
Bukan wangian tubuhku menutup pertemuan kita atau kamu tapi kau lah membuat tingkah menyimpan wangian nya yang masih melengket di tubuhmu
Bukan karna segelas cappucino malam terakhir dan sebungkus rokok Marlboro terisap yang telah menyesakkan pernapasan hingga aku penuh dengan kesalahan yang bertubi tubi kau lontarkan padaku
Namun tetap aku terima mau mu yang ingin menceraikan ku demi dia dan sibuah hatinya yang aku sembunyikan dari maksud hatimu sebelum kau memperkenalkan mereka pada ku terlebih dahulu aku mengenali mereka tanpa sepengetahuan mu karna kepuasan ku bisa melihat kejahatan seorang wanita tercantik rupawan