Radio Rodja 756 AM

Ramadhan Belum Selesai


Listen Later

Ramadhan Belum Selesai adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang  disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 25 Ramadhan 1443H / 27 April 2022 M.

Kajian Ilmiah Tentang Ramadhan Belum Selesai
Pada kesempatan kali ini kita membahas sebuah tema “Ramadhan belum selesai”. Hal ini agar mengingatkan kepada kaum muslimin bahwasanya Ramadhan bulan yang penuh dengan berkah belum selesai. Baik itu berkah berupa ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala atau berkah berupa pembebasan dari api nerakanya Allah Subhanahu wa Ta’ala, atau berkah berupa dimudahkannya untuk beramal shalih dan ditempatkannya pahala di dalam bulan Ramadhan ini.
Kita masih di tanggal 25 Ramadhan 1443 Hijriyah bagi yang mengikuti ketetapan pemerintah negara kesatuan Republik Indonesia. Kalau seandainya Ramadhan itu 29 hari, maka berarti dengan hari ini masih tersisa 5 hari.
Dan agar kita tetap bersemangat/tidak kendor di hari-hari puncak keberkahan Ramadhan, maka saya ingin mengingatkan bahwasanya sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama bahwa di 10 hari terakhir Bulan Ramadhan terdapat lailatul qadar. Sebagaimana hadits Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam riwayat Imam Bukhari dan Muslim:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan ada 5 malam yang sudah lewat dari 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan. Berarti Ramadhan belum selesai. Bahkan disebutkan bahwasanya lailatul qadar lebih diharapkan terjadinya di 7 malam terakhir. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma:
أَنَّ رِجَالاً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْمَنَامِ فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ
“Bahwa ada beberapa sahabat Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diperlihatkan di dalam mimpi bahwa lailatul qadar terjadi pada 7 hari terakhir bulan Ramadhan.”
Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengomentari mimpi mereka ini, beliau mengatakan:
أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ
“Aku melihat mimpi-mimpi kalian telah bersepakat (artinya setiap dari orang-orang tersebut bahwa lailatul qadar terjadi pada tujuh hari terakhir dari bulan Ramadhan), maka siapa saja yang bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar, hendaklah dia bersungguh-sungguh di tujuh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Juga berdasarkan hadits dari Abdurrahman bin ‘Asilah Ash-Shunabihi Radhiyallahu ‘Anhu, beliau ditanya: “Apakah engkau pernah mendengar sesuatu tentang lailatul qadar?” Beliau berkata:
 نعم، أخبرني بلال مؤذن النبي -صلى الله عليه وسلم-: أنها في السبع في العشر الأواخر
“Iya, aku telah diberitahukan oleh Bilal muadzinnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ‘Sesungguhnya dia terjadi pada tujuh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Ini yang mendasari bahwasanya tema kita “Ramadhan belum selesai”. Bahkan semakin mau berakhir bulan Ramadhan, maka semakin diharapkan terjadinya lailatul qadar.
Zir bin Khubaits bercerita: “Aku pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’ab: ‘Sesungguhnya saudaramu Abdullah bin Mas’ud berkata:
من يقم الحول يصب ليلة القدر
“Siapa yang bangun beribadah selama setahunan penuh, maka pasti dapat lailatul qadar.”
Maka Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Semoga Allah merahmati beliau! Sungguh yang diinginkan Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu adalah agar orang-orang tidak bersandar pada sesuat...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings