Rasa Malu Semuanya Baik merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 12 Dzul Qa’dah 1443 H / 12 Juni 2022 M.
Kajian sebelumnya: Perumpamaan Mukmin Seperti Pohon Alang-Alang
Kajian Hadits Rasa Malu Semuanya Baik
Kita telah sampai pada bab perumpamaan mukmin itu seperti pohon zara’ (alang-alang, padi dan sejenisnya), sedangkan perumpamaan orang munafik dan orang kafir seperti pohon urzah (pohon yang tinggi dan kuat).
Hadits nomor 30:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Iman itu ada 70 atau 60 lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan Laa Ilaaha Illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu itu cabang dari iman.” (HR. Muslim)
Hadits nomor 31:
عن أَبي قَتَادَةَ – رضي الله عنه – قَالَ كُنَّا عِنْدَ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ فِي رَهْطٍ مِنَّا وَفِينَا بُشَيْرُ بْنُ كَعْبٍ فَحَدَّثَنَا عِمْرَانُ يَوْمَئِذٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – الْحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ أَوْ قَالَ الْحَيَاءُ كُلُّهُ خَيْرٌ فَقَالَ بُشَيْرُ بْنُ كَعْبٍ إِنَّا لَنَجِدُ فِي بَعْضِ الْكُتُبِ أَوْ الْحِكْمَةِ أَنَّ مِنْهُ سَكِينَةً وَوَقَارًا لِلَّهِ تعالى وَمِنْهُ ضَعْفٌ فَغَضِبَ عِمْرَانُ حَتَّى احْمَرَّتَا عَيْنَاهُ وَقَالَ أَلَا أَرَانِي أُحَدِّثُكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَتُعَارِضُ فِيهِ قَالَ فَأَعَادَ عِمْرَانُ الْحَدِيثَ قَالَ فَأَعَادَ بُشَيْرٌ فَغَضِبَ عِمْرَانُ قَالَ فَمَا زِلْنَا نَقُولُ فِيهِ إِنَّهُ مِنَّا يَا أَبَا نُجَيْدٍ إِنَّهُ لَا بَأْسَ بِهِ.
Dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata: “Kami pernah berada di sisi Imran bin Husain bersama beberapa orang. Dan di tengah-tengah kami ada Busyair bin Ka’ab. Lalu Imran membawakan hadits, ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Rasa malu itu baik seluruhnya.’ Atau ‘Rasa malu itu semuanya baik.’ Maka berkata Busyair bin Ka’ab: ‘Sesungguhnya kami mendapatkan pada sebagian kitab atau hikmah bahwasannya rasa malu itu ada yang merupakan sakinah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan ada lagi rasa malu yang sifatnya lemah.’
Maka Imran pun marah sampai-sampai dua matanya merah. Lalu kemudian Imran berkata: ‘Apa kamu tidak melihat aku menyampaikan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Lalu kamu kemudian menentang hadits tersebut dengan yang kamu temukan dalam kitab atau hikmah?’ Lalu Imran pun kembali menyampaikan hadits tersebut dan ternyata Busyair pun kembali mengulangi ucapannya.
Maka Imran pun sangat marah sekali. Dan kami terus mengatakan kepada Imran bin Hushain (untuk meredakan kemarahannya): ‘Sesungguhnya dia dari kita Wahai Abu Nujaid, dia tidak mengapa.'” (HR. Muslim)
Rasa malu semuanya baik
Hadits ini menunjukkan bahwa rasa malu itu semuanya baik. Karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: “Rasa malu itu semua baik.”
Mungkin ada orang yang bertanya: “Bagaimana dengan orang yang malu tapi maluny...