Radio Rodja 756 AM

Riya’ Yang Samar


Listen Later

Riya’ Yang Samar ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 11 Dzulhijjah 1443 H / 11 Juli 2022 M.

Kajian Islam Tentang Riya’ Yang Samar
Di antara talbis iblis terhadap ahli ibadah yang zuhud adalah riya’ yang samar. Riya’ ada yang nyata (terang-terangan), mudah untuk diketahui dan disadari oleh orang yang paham agama. Contohnya adalah memperlihatkan badan yang kurus, muka yang pucat, rambut acak-acakan. Sehingga dia ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa dia adalah orang yang zuhud. Begitu pula dengan melirihkan suara untuk menampakan kekhusukan hati, mengerjakan shalat karena ingin dilihat orang lain, memberikan sedekah dengan motif memperoleh sanjungan seseorang. Ini semua termasuk riya’ yang nyata.
Ada pula riya’ yang samar. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda tentang pentingnya niat:
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى
“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niat dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan kadar niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Lihat: Hadits Arbain Ke 1 – Innamal A’malu Binniyat
Tugas kita pertama adalah mengikhlaskan niat dan kadar kedua adalah terus meningkatkan kadar keikhlasan kita.
Kita tahu bahwa saya salah satu di antara syarat diterimanya sebuah amal adalah keikhlasan, lawannya adalah riya’. Nabi pernah mengingatkan kepada kita bahwa: “Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang aku lebih khawatirkan menimpa kalian melebihi Al-Masih Ad-Dajjal?”
Abu Sa’id berkata, “Kami berkata, ‘Iya, tentu kami mau.'” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
الشِّرْكُ الْخَفِيُّ، أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي، فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ، لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ
“Yaitu syirik yang tersembunyi, yaitu ketika seseorang berdiri untuk shalat, dia memperindah shalatnya dengan harapan agar ada seseorang yang memperhatikannya.” (HR. Ibnu Majah)
Misalnya seseorang memperlama shalatnya, dia tunjukkan seolah khusyuk karena tahu sedang dilihat. Sementara kalau tidak dilihat orang tidak sepanjang itu, tidak selama itu, dan tidak sekhusyuk itu. Maka ini adalah syirik yang tersembunyi.
Maka niat merupakan salah satu perkara yang harus kita pastikan sebelum beramal. Jangan kita berikan tempat bagi selain Allah di dalam ibadah-ibadah yang kita kerjakan. Nabi mengingatkan kepada kita:
مَن عَمِلَ عَمَلًا أشْرَكَ فيه مَعِي غيرِي، تَرَكْتُهُ وشِرْكَهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan sebuah amalan, dia sekutukan Aku dengan yang lain di dalam amalan itu, maka Aku tinggalkan dia dan amalan syiriknya.” (HR. Muslim)
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan memberi balasan atas amal riya’nya itu. Maka salah satu tipu daya iblis terhadap orang-orang yang zuhud ini adalah niat di dalam ibadah. Iblis menyeret mereka kepada bentuk-bentuk riya’ yang samar.
Saat seseorang mengerjakan suatu amalan yang bukan karena Allah, maka Allah perintahkan dia untuk mencari dan meminta balasan kepada orang yang karenanya dia beramal. Malik bin Dinar berkata: “Katakanlah kepada orang yang belum jujur terhadap niatnya: ‘Jangan pernah patah semangat untuk memperbaiki niat.'”
Inilah yang paling susah untuk diperbaiki. Sebagaimana Sufyan berkata:
ما عالجت شيئاً أشد عليَّ من نيّتي
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings