SAKIT BERSALIN
Roma 8:22-23 (TB) 22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. 23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
Manusia yang sudah jatuh dalam dosa hidup di bumi yang terkutuk sehingga hidup penuh penderitaan. Dalam ayat ini ciptaan Allah dikiaskan sebagai seorang ibu yang bersalin. Memang gambaran itu sangat tepat, karena penderitaan ini punya tujuan dan harapan yang indah, sama seperti pengalaman seorang ibu yang mau melahirkan. Hal ini pernah di disinggung juga oleh rasul Paulus dalam Galatia 4:19 (TB) Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.
Penderitaan orang percaya digambarkan seperti penderitaan orang yang sakit bersalin. Mengapa disebut sebagai sakit bersalin bukan sakit yang lain?.
Kita tahu seorang ibu yang begitu menderita ketika hendak melahirkan tetapi setelah melahirkan ia akan merasa bahagia. Demikian juga orang percaya yang menderita karena mengiring Kristus akan masuk ke dalam negeri yang tak berzaman penuh kebahagiaan dan sukacita. (CS)