
Sign up to save your podcasts
Or


Berbagai literatur memuat mengenai keberagaman gender yang diakui oleh banyak suku di Indonesia. Semisal masyarakat Toraja yang mengakui adanya gender ketiga, to burake tambolang. Sementara masyarakat Bugis, mengakui adanya 5 gender. Ini tergambar dalam ungkapan, “mau’ni na woroane-mua na makkunrai sipa’na, makkunrai-mui; mau’ni makkunraina woroane sipa’na” (meskipun dia laki-laki, jika memiliki sifat keperempuanan, dia adalah perempuan; dan perempuan yang memiliki sifat kelaki-lakian, adalah lelaki).
Bareng Eman Memay Harundja dari Komunitas Sehati Makassar, Asrul ngobrol perkara konsep 5 gender Bugis yang sudah mulai tergusur, diskriminasi serta arti menjadi calabai.
*Untuk saran, komentar atau berbagi cerita, silakan email ke [email protected]. Tulis Love Buzz untuk subject email.
By KBR PrimeBerbagai literatur memuat mengenai keberagaman gender yang diakui oleh banyak suku di Indonesia. Semisal masyarakat Toraja yang mengakui adanya gender ketiga, to burake tambolang. Sementara masyarakat Bugis, mengakui adanya 5 gender. Ini tergambar dalam ungkapan, “mau’ni na woroane-mua na makkunrai sipa’na, makkunrai-mui; mau’ni makkunraina woroane sipa’na” (meskipun dia laki-laki, jika memiliki sifat keperempuanan, dia adalah perempuan; dan perempuan yang memiliki sifat kelaki-lakian, adalah lelaki).
Bareng Eman Memay Harundja dari Komunitas Sehati Makassar, Asrul ngobrol perkara konsep 5 gender Bugis yang sudah mulai tergusur, diskriminasi serta arti menjadi calabai.
*Untuk saran, komentar atau berbagi cerita, silakan email ke [email protected]. Tulis Love Buzz untuk subject email.