Sebagian Umat Islam Yang Menyembah Berhala adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 01 sya’ ban 1444 H / 22 Februari 2023 M.
Kajian Tentang Sebagian Umat Islam Yang Menyembah Berhala
Pada kajian kali ini kita masuk kepada bab مَا جَاءَ أَنَّ بَعْضَ هَذِهِ الأُمَّةِ يَعْبُدُ الأَوْثَانَ (keterangan bahwa ada sebagian di kalangan umat ini yang menyembah berhala). Maksud dari bab ini adalah bahwa akan terjadi kesyirikan di tengah umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan penyembahan terhadap berhala. Kemudian juga bab ini akan menyebutkan sanggahan terhadap orang-orang yang berkeyakinan bahwa tidak terjadi kesyirikan sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Bab ini fungsinya adalah agar kita khawatir terhadap diri kita. Jangan sampai seseorang masuk ke dalam perbuatan syirik, baik dia menyadarinya ataupun tidak menyadarinya.
Dalil pertama yang dibawakan oleh penulis Rahimahullah adalah firman Allah:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al-Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa'[4]: 51)
Di dalam bab tadi disebutkan يَعْبُدُ الأَوْثَانَ, jamak dari kata الوثن. Maksudnya adalah dari macam-macam ibadah kepada selain Allah. Yang termasuk dalam “selain Allah” misalnya kuburan, tempat-tempat yang diziarahi dan selainnya. Hal ini berdasarkan ucapan Nabiyullah Ibrahim, bahwa beliau berkata:
إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا…
“Sesungguhnya yang kalian sembah dari selain Allah hanyalah autsan (berhala-berhala), dan kalian membuat dusta…” (QS. Al-‘Ankabut[29]: 17)
Jadi berhala yang dimaksud adalah berhala yang tidak menyerupai makhluk hidup, contohnya yaitu seperti kuburan-kuburan yang diibadahi ataupun tempat-tempat ziarah yang diibadahi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Juga ucapan Nabi Ibrahim:
قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ
“Ibrahim berkata: ‘Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?'” (QS. As-Saffat[37]: 95)
Dengan ini semua diketahui bahwa yang namanya al-Watsan jika disebutkan, maka salah satu maksudnya adalah berhala menyerupai makhluk hidup, dan selain daripada itu dari apa saja yang diibadahi dari selain Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya dalam hadits.
“Mereka beriman kepada jibt dan thaghut.”
Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abi Hatim dari Ikrimah Rahimahullah, ia berkata, ” Datang Huyay bin Akhthab dan Ka’ab bin Al-Asyraf ke Mekah, maka orang-orang Mekah berkata kepada mereka, ‘Kalian adalah ahli kitab, kalian orang yang ilmu, maka beritahukanlah kepada kami sebenarnya kami ini bagaimana dan Muhammad itu bagaimana?’ Keduanya bertanya, ‘Ada apa antara kalian dengan Muhammad?’ Mereka menjawab, ‘Kita menyambung hubungan rahim, menyembelih hewan untuk orang-orang yang kita muliakan, memerah susu untuk dibagikan, menolong orang-orang yang kesusahan, dan memberikan minum kepada para jamaah haji. Sedangkan Muhammad adalah orang mandul, dia memutus hubungan rahim antara kita,