
Sign up to save your podcasts
Or


“nona, sudikah engkau bila pergi denganku?
melewati kedalaman lembah yang teduh,
melewati malam-malam gelap dan
ketidakjelasannya dimana jalan telah kehilangan arah
serta matahari yang sudah melupakan hari
tanpa sebuah kehidupan
maupun cahaya untuk dilihat
—
negeri bayang-bayang akan kita telaah
bercampur dengan alasan-alasan yang hilang
dimana masa lalu, masa kini, dan masa depan menjadi kesatuan
katakanlah, nona
maukah bila hidupmu berdampingan dengan
yang mati maupun yang hidup?
hamba akan menuntunmu,
menelusuri runutan jejak kesetiaan
maukah nona menikahi ketiadaan
dalam keabadian?”
— Tuan Kembara
By Tuan Kembara“nona, sudikah engkau bila pergi denganku?
melewati kedalaman lembah yang teduh,
melewati malam-malam gelap dan
ketidakjelasannya dimana jalan telah kehilangan arah
serta matahari yang sudah melupakan hari
tanpa sebuah kehidupan
maupun cahaya untuk dilihat
—
negeri bayang-bayang akan kita telaah
bercampur dengan alasan-alasan yang hilang
dimana masa lalu, masa kini, dan masa depan menjadi kesatuan
katakanlah, nona
maukah bila hidupmu berdampingan dengan
yang mati maupun yang hidup?
hamba akan menuntunmu,
menelusuri runutan jejak kesetiaan
maukah nona menikahi ketiadaan
dalam keabadian?”
— Tuan Kembara