Senandung Rindu

Senandung Rindu

By Linda NurazizahEducationSelf-Improvement
Download on the App Store

Senandung Rindu episodes

  • Mitsaqan Ghalizha-Perspektif Seseorang Yang Hendak
    Tidak ada yang salah. Tapi tidak semua benar. Kita hanya perlu menata diri, maka hati akan sadar pada tujuannya pula. Ocehan ini bukanlah ceramah. Ini untuk aku juga kamu, yang masih jauh dalam pandang untuk sampai kesana. Tapi, punya banyak bekal rencana untuk dikerjakan bersama. Boleh saja, berharap siapa. Hatimu berlabuh pada siapa? Pada nyatanya, ketika kita merasa cukup dan menerima, seluruh kriteria kita akan luruh. Doa terbaik untuk kita yang masih berjibaku dengan sekolah kehidupan❤🥼👩🏻‍⚕️
    8 min
  • Lekas Sembuh Ibu
    Nafasmu doa, abdimu mulia. Dok, putih jasmu, seputih hatimu. Alfatihah untuk yang gugur dalam perjuangan. Syahid Insya Allah... 🤲 Hormat pula untuk para perawat, staff RS, petugas kebersihan, dan kamu yang mengabdi untuk menyembuhkan Ibu.
    3 min
  • Sekarang Waktunya - Linda
    Bahagia itu diri kita sendiri yang mutusin. Ketika kita milih bahagia tidak akan ada seorang pun yang mampu membuat kita bersedih. Ketika kita memilih bersedih tidak akan ada seorang pun yang mampu membuat kita bahagia. Sembuh juga gak selalu tentang waktu, lama atau sebentar kita sendiri yang nentuin. Jangan tanya orang lain. Tapi tanya diri sendiri. Kapan lagi? Dan Sekarang Waktunya.
    5 min
  • I Lost You But I Found Me
    Bahwa aku ada ; masih dan selalu. Aku tak pernah menduga bahwa hilang juga akan datang. Tapi ternyata pisah tak hanya membuat patah, dan patah sudah tak berlaku tuk sesoeang yg lebih dahulu lancur dN luuu
    5 min
  • Ujian berbuat baik
    Setiap kebaikan itu nasehat, untuk dirinya sendiri dan orang lain. Dan usahakan untuk setiap nasehat itu tidak melukai yang lain, maka jika kamu menegur jangan sampai menghina, mendidik jangan sampai memaki, dan memberi jangan sampai mengungkit.
    30 min

About Senandung Rindu

From the publisher's feed

Rinduku tumpah ruah. Mataku mendung membendung rintiknya. Kau pendatang hujan. Dengan hanya pelukmu yang meredakan.