SENI, POLITIK & PERJUANGAN

SENI, POLITIK & PERJUANGAN

Download on the App Store

SENI, POLITIK & PERJUANGAN episodes

  • Eps. 36 - Puisi Mariska Lubis & Yudi Ento Handoyo: Ibu Pertiwi Dalam Rasa

    ….……………………………


    Durjana sudah melewati segala batas,

    Muslihat tipu daya ditebar tak berperi,

    Bilapun memang rakyatku sekedar permainan belaka,

    Mampukah hatiku memandang tanpa meratap?


    Oh Tuhanku….

    Berikanlah rakyatku kemerdekaan dan bahagia

    Selamatkan mereka dari genggaman para bajingan durjana kejam itu!

    Jika pun harus kutukar dengan nyawaku untuk mereka,

    Aku rela ……………….


    ….………………………………


    Mariska Lubis & Yudi Ento Handoyo

    Sumber: Buku Kumpulan Puisi Langit Gelegar Suara Kalbu karya Yudi Ento Handoyo kolaborasi bersama Mariska Lubis

    Sidoarjo dan Bandung, beberapa malam di bulan September 2021


    #senipolitikperjuangan #mariskalubis #bukukumpulanpuisilangitgelegarsuarakalbu #yudientohandoyo

    10 min
  • Eps. 35 - Prosa Kalbu Yudi Ento Handoyo: Ketika Alam Terbuka dan Bicara

    Mengukir kembali masa lalu beberapa langkah menuju suatu masa ke depan, gerak langkah menuju bayangan masa depan jauh di atas sana, tapi masa terpenggal di ujung  jalan persimpangan, arah yang jelas membuat tidak jelas berfikir pada sisi langkah ke mana tujuannya.


    ….………………………………….


    Yudi Ento Handoyo

    Malang, 10 Januari 2021

    Sumber: Buku Kumpulan Puisi Langit Gelegar Suara Kalbu Karya Yudi Ento Handoyo berkolaborasi bersama Mariska Lubis


    #senipolitikperjuangan #mariskalubis #bukukumpulanpuisilangitgelegarsuarakalbu #prosayudientohandoyo

    8 min
  • Eps. 34 – Di atas Hamparan Sajadah

    Tangis terurai tiada henti mengalir dari sudut mata

    Tertunduk malu atas segala salah dan dosa

    Ketiadaberdayaan melawan tipu muslihat menjadi penyesalan


    Mariska Lubis

    Bandung, 13 Agustus 2021


    #senipolitikperjuangan #puisimariska #mariskalubis

    4 min
  • Eps. 33 – Puisi Yudi Ento Handoyo : Gelak Tawa Belum Tentu Manis

    Pergulatan di area ring, berbagai ring beraneka warna

    Berbaur berbagai kehendak, seakan sepakat satu tujuan

    Lantunan bunyian terucap lirih terdengar, merdu sekali

    Senda gurau, gelak tawa hanya penghias, arah gerakan yang dipentingkan


    Sandiwara satu.meja, segebyar hanya sesaat belaka

    Mencari sepakat bersama, hanya sementara saja

    Selesai kembali pada kotak, yang dibawanya serta

    Kotak berjalan mencari pengisi, tertawa dan berduka


    Gelak tawa bergumam, lirih, pelan dan terdengar keras

    Suara lantunan belum tentu manis, rasa asam membaurnya

    Basa-basi seolah benar, kebenaran hanya karena kepentingan

    Tercapai berjalan garis masing-masing, lurus, bengkok urusan belakang


    Berjingkrak saat ini juga, berlari kencang tanpa halangan

    Mengumandangkan soal sesungguhnya, asal yang benar saja

    Satu dengan yang lainnya, satu suara ratapan capaian

    Berkomat-kamit kesuksesan, belum tentu manis rasanya.


    Yudi Ento Handoyo

    Sidoarjo, 20 September 2021


    #senipolitikperjuangan #puisiyudientohandoyo #mariskalubis

    4 min
  • Eps. 31 – Puisi Yudi E. Handoyo: Aku Ya Aku

    Karya : Yudi Ento Handoyo


    Aku buka telapak tangan, karena sabda

    Aku tidak mau tahu, apa yang diberikan

    Aku jalankan, setiap denyut nadi

    Aku mainkan, setiap alur aliran darah


    Aku memiliki perjanjian, kalam sendiri

    Aku jalani atas qolbu, sebagai tumpuhan

    Aku raih segenap jiwa, tanpa dorongan

    Aku tegakkan jiwa, sepenuh hati


    Aku tak gubris, syetan iblis menghantui

    Aku congkel dan babat habis

    Aku perintah jiwa yang melekat

    Aku tak takut jiwa hendak pergi


    Aku senyum jiwa, neraka tiada

    Aku menangis, neraka tiada

    Aku bahagia, surga ada

    Aku gelisah, surga tiada


    1 Juli 2021

    #Yudi E Handoyo

    #Tintaemas

    3 min
  • Eps. 27 - Seekor Laba-Laba Merah

    Oleh: Mariska Lubis


    Ada seekor laba-laba merah yang berjalan seiring aliran  darahku,

    Datang entah kapan dan masih terus menetap di dalam diriku,

    Ketika dia ingin melompat keluar untuk menghirup,

    Aku memberitahu dirinya, "Jangan sampai dirimu ketahuan yang lain, sebab mereka akan membunuhmu bila mereka tahu".


    Ada seekor laba-laba merah yang menebar jaring di kepalaku,

    Berusaha keras dengan segala daya upaya menguasaiku,

    Saat dia melemah dan asa sudah putus,

    Aku berkata padanya, "Jangan menyerah, cobalah sekali lagi, sebab putus asa hanya untuk pengecut".


    Ada seekor laba-laba merah terus merayap di sekujur tubuhku,

    Dia ingin menetap tetapi juga ingin pergi ke tempat yang dituju,

    Sewaktu dia bingung karena kehilangan rasa tahu dan malu,

    Aku berbisik  kepadanya, "Tidak usah pergi jika ragu apalagi malu, aku tetap mengajakmu melangkah tidak dengan malu-malu".


    Ada seekor laba-laba merah, dia dan aku kini dan nanti, mencoba mengisi diri dengan putih, kami ingin berani itu benar berani, dan suci tetaplah soal keberanian.


    Bandung, 23 Agustus 2021

    19:59 WIB


    Mariska Lubis


    #prosamariska

    3 min

About SENI, POLITIK & PERJUANGAN

From the publisher's feed

Aku adalah Ibu Pertiwi yang senantiasa menantikan cintamu