Sepasang sepatu yang dulu setia,
Kini teronggok di sudut, sunyi tanpa kata.
Kulitnya yang dulu cerah, kini memudar,
Seperti kenangan yang perlahan memudar.
Dulu mereka menemani langkahku,
Melangkah bersama impian yang membara,
Menembus jalanan berdebu, terperosok dalam hujan,
Namun kini, mereka hanya berdiri diam,
Menunggu pemiliknya yang tak pernah kembali.
Kain yang dulu kuat menahan beban,
Kini rapuh oleh waktu, robek sedikit demi sedikit,
Setiap retakan seakan menggambarkan hati,
Yang terluka karena lupa dan kesepian.
Sepatu itu seperti sahabat yang setia,
Yang tak pernah mengeluh meski kaki ini berat,
Namun akhirnya terlupakan,
Seperti semua yang datang dan pergi dalam hidup.
Kini, mereka hanya bayangan di sudut kamar,
Menunggu kembali digunakan,
Namun siapa yang tahu?
Mungkin, mereka tak akan pernah lagi berjalan.