Radio Rodja 756 AM

Shalat Ashar Diawal Waktu


Listen Later

Shalat Ashar Diawal Waktu ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 13 Safar 1443 H / 20 September 2021 M.

Download kajian sebelumnya: Waktu-Waktu Shalat
Kajian Tentang Shalat Ashar Diawal Waktu
Shalat ashar afdhalnya dilakukan diawal waktu. Dan ini sebenarnya hukum yang umum pada semua waktu shalat. Adapun tentang shalat ashar ada hadits khusus yang menjelaskan masalah ini. Di antaranya hadits Anas bin Malik Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, beliau pernah mengatakan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ حَيَّةٌ فَيَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى الْعَوَالِي فَيَأْتِيهِمْ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ
“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa shalat ashar dalam keadaan matahari ketika masih tinggi (terang). Setelah shalat ashar selesai ada seseorang yang pergi ke daerah ‘Awali dan kembali lagi sedangkan matahari masih tinggi.” (HR. Bukhari)
Ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat ashar di awal waktu. Kalau tidak diawal waktu, maka seharusnya waktunya tidak cukup untuk pergi ke ‘Awali kemudian kembali lagi dalam keadaan matahari masih tinggi.
Juga hadits dari Rafi’ bin Khadij Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, beliau mengatakan:
كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْعَصْرِ ثُمَّ نَنْحَرُ الْجَزُورَ فَتُقْسَمُ عَشَرَ قَسْمٍ ثُمَّ تُطْبَخُ فَنَأْكُلُ لَحْمًا نَضِيجًا قَبْلَ أَنْ تَغِيبَ الشَّمْسُ
“Dahulu kami pernah shalat ashar bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, selesai shalat ashar kami menyembelih unta dan membaginya menjadi 10 bagian. Setelah itu kami pun memasaknya dan memakan dagingnya dalam keadaan segar sebelum matahari terbenam.” (HR. Ahmad)
Ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika itu shalat asharnya diawal waktu. Kalau tidak diawal waktu harusnya tidak cukup waktunya untuk menyembelih unta, membaginya hingga 10 bagian, memasaknya, dan memakannya sebelum matahari terbenam.
Waktu mendung
Melakukan shalat ashar diawal waktu ini menjadi sangat ditekankan ketika cuaca mendung. Hal ini karena kita tidak bisa melihat menguning/memerahnya matahari. Padahal kita tidak boleh mengakhirkan waktu hingga menguningnya matahari tanpa udzur.
Pernah suatu ketika Buraidah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu bersama sekelompok orang dan ketika itu cuacanya mendung. Maka beliau mengatakan:
بَكِّرُوا بصَلَاةِ العَصْرِ؛ فإنَّ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ قَالَ: مَن تَرَكَ صَلَاةَ العَصْرِ فقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ
“Lakukanlah shalat ashar diwaktu awalnya, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda: ‘Barangsiapa yang meninggalkan shalat ashar maka amal-amalnya menjadi terhapuskan.'” (HR. Bukhari dan An-Nasa’i)
Ini menunjukkan bahwa ketika cuaca mendung, kita dianjurkan dengan anjuran yang sangat kuat untuk melakukan shalat ashar diawal waktunya.
Shalat paling mulia
Shalat ashar adalah shalat yang paling mulia di antara shalat lima waktu. Di antara yang menunjukkan hal ini adalah hadits dari sahabat Buraidah tadi:
مَن تَرَكَ صَلَاةَ العَصْرِ فقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ
“Barangsiapa yang meninggalkan shalat ashar maka amal-amalnya menjadi terhapuskan.”
Dan tidak ada hadits seperti ini untuk shalat yang lainnya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings