Radio Rodja 756 AM

Shalat Malam


Listen Later


Shalat Malam ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 17 Rabi’ul Awal 1445 H / 2 Oktober 2023 M.







Download kajian sebelumnya: Qunut dalam Shalat Witir



Kajian Tentang Shalat Malam



Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang qiyamul lail (shalat malam). Shalat malam adalah shalat sunnah yang dilakukan di malam hari, setelah shalat Isya dan shalat ba’diyahnya. Shalat malam ini lebih umum daripada shalat witir, shalat witir adalah bagian dari shalat malam. Shalat malam juga lebih umum daripada shalat tahajud, karena menurut mayoritas ulama, shalat tahajud adalah shalat sunnah malam yang dilakukan setelah bangun dari tidur. Kalau definisinya seperti ini, maka shalat tahajud adalah bagian dari shalat malam, karena shalat malam bisa jadi dilakukan sebelum tidur.



Shalat malam ini sangat besar sekali keutamaannya dan sangat tinggi sekali kedudukannya di dalam Islam. Di antara yang menunjukkan hal tersebut adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang hamba-hamba Allah yang Allah cintai. Di antara sifat hamba tersebut adalah:



وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا



“Yaitu orang-orang yang ketika malam hari mereka banyak bersujud dan banyak berdiri (maksudnya adalah banyak menjalankan shalat malam).” (QS. Al-Furqan[25]: 63)



Ini menunjukkan bahwa di antara ciri-ciri hamba Allah yang Allah cintai adalah ketika mereka menjalankan shalat malamnya.



Kemudian firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:



يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ ‎﴿١﴾‏ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا ‎﴿٢﴾‏ نِّصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا ‎﴿٣﴾‏ أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا ‎﴿٤﴾



“Wahai orang yang berselimut (yaitu nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam), shalatlah di malam hari, kecuali hanya sedikit, (yaitu) setengah malam, atau kurangi dari setengah malam dengan pengurangan yang sedikit, atau lebihkan dari itu, dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil.” (QS. Al-Muzzammil[73]: 1-4)



Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan perintah ini kepada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah hamba Allah yang paling mulia. Ketika perintah diarahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hambaNya yang paling mulia, ini menunjukkan bahwa amalan ini adalah amalan yang sangat istimewa.



Kemudian firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang ciri-ciri orang bertakwa yang masuk surga. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:



 إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ‎﴿١٥﴾‏ آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ ‎﴿١٦﴾‏ كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ‎﴿١٧﴾‏ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ‎﴿١٨﴾



“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada di taman-taman dan mata air-mata air, mereka mengambil nikmat-nikmat yang Rabb mereka berikan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang melakukan kebaikan.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings