Shalat Menghapuskan Dosa adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 11 Rabiul Akhir 1443 H / 16 November 2021 M.
Kajian sebelumnya: Keutamaan Adzan
Shalat Menghapuskan Dosa
Pembahasan kita masih pada bab tentang keutamaan shalat. Kita telah membahas hadits yang terakhir, yaitu hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu:
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ
“Bagaimana pandangan kalian jika ada sebuah sungai di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian yang mana setiap hari dia mandi lima kali, apakah tersisa kotoran pada tubuhnya?”
Para sahabat menjawab: “Tidak akan ada tersisa kotoran pada tubuhnya.”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا
“Maka demikian pula lah perumpamaan shalat lima waktu, yang mana dengannya Allah menghapus kesalahan dan dosa seorang hamba.” (Muttafaqun ‘alaih)
Ini salah satu dari keutamaan-keutamaan shalat yang lima waktu ataupun shalat-shalat yang lainnya.
Apa yang digambarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berupa perumpamaan ini sangat jelas. Hal ini supaya kita mampu untuk mencerna dan memahami dengan mudah dan gamblang bahwa seorang yang senantiasa mengerjakan shalat lima waktu ibarat seorang yang mandi setiap hari lima kali. Dia selalu membersihkan dirinya dari kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa dari shalat yang dikerjakannya. Oleh karena itu janganlah kita menggampangkan masalah shalat lima waktu.
Dan demikian pula kewajiban kita sebagai orang tua, sebagai guru, sebagai pendidik, adalah untuk yang membina dan mendidik anak-anak kita dan generasi kaum muslimin menjadi generasi yang senantiasa menegakkan shalat lima waktu sejak dini.
Hadits yang selanjutnya, dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مثَلُ الصَّلواتِ الخَمْسِ كمثَلِ نهْرٍ جارٍ غمْرٍ عَلى بَابِ أَحَدِكُم يغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خمْسَ مرَّاتٍ
“Perumpamaan shalat yang lima waktu itu seperti sebuah sungai yang mengalir dengan air yang penuh. Dia mengalir di depan pintu salah seorang di antara kamu sekalian, yang mana dia mandi dari sungai tersebut setiap hari lima kali.” (HR. Muslim)
Ini menunjukkan keutamaan shalat lima waktu yang membersihkan diri kita dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan setiap hari.
Yang namanya manusia ada saja perbuatan dosa yang dia kerjakan tanpa dia menyadarinya atau tidak. Kesalahan-kesalahan dalam pandangan, berbicara, mendengar, melangkah dan yang lainnya, kita selalu berbuat dosa. Maka shalat yang lima waktu itu membersihkan dosa-dosa seorang hamba. Sebagaimana mandi membersihkan fisik dan tubuh seseorang, maka shalat membersihkan jiwa dan diri seseorang dari dosa-dosa yang dikerjakannya.
Kemudian hadits yang selanjutnya, dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata: “Pernah seseorang mencium seorang wanita (yang bukan mahramnya), maka orang ini datang menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu dia memberitahukan kepada beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang perbuatannya terhadap wanita tersebut. Maka Allah menurunkan firmanNya: