malam itu, aku masih saja sibuk mengharap hadirmu. menjadikanmu sebagai objek utama samudera pikiranku. tetapi, rasanya sekarang aku telah mampu berdamai dengan rasa itu.
malam itu, aku masih saja sibuk mengharap hadirmu. menjadikanmu sebagai objek utama samudera pikiranku. tetapi, rasanya sekarang aku telah mampu berdamai dengan rasa itu.