Sujud Tilawah ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 9 Sya’ban 1445 H / 19 Februari 2024 M.
Download kajian sebelumnya: Shalat Istisqa’
Kajian Tentang Sujud Tilawah
Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan karena membaca atau mendengar ayat-ayat sujud di dalam Al-Qur’an. Sujud tilawah ini memiliki keutamaan, sebagaimana keutamaan sujud secara umum. Ada hadits khusus yang menjelaskan tentang keutamaan sujud tilawah ini. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda:
إذا قرأ ابن آدم السجدة فسجد، اعتزل الشيطان يبكي، يقول: يا وَيلَه، أُمِر بالسجود فسجد فله الجنة، وأُمِرتُ بالسجود فعصيتُ فلي النار
“Apabila seorang anak Adam membaca ayat sajdah kemudian dia bersujud, maka setan menjauh dan dia menangis. Setan berkata, ‘Sungguh celaka! Dia diperintahkan untuk bersujud, dan akhirnya dia bersujud. Maka bagi dia surga dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan aku diperintahkan untuk bersujud, tapi aku tidak taat, aku malah membangkang, Maka bagiku neraka.'” (HR. Muslim, Ibnu Majah, Ahmad)
Ini menunjukkan bahwa dengan sujud tilawah seseorang bisa mendapatkan surga dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan karena sujud tilawah ini adalah sujud, maka keutamaan-keutamaan sujud secara umum bisa didapatkan oleh seseorang yang melakukan sujud tilawah, seperti yang disebutkan dalam hadits Tsauban yang merupakan budak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang suatu amalan yang bisa memasukkannya ke dalam surga. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
“Hendaklah engkau memperbanyak sujud, karena sesungguhnya tidaklah engkau bersujud kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekali sujud saja, kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengangkat derajatmu dengannya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghapuskan darimu satu kesalahan.” (HR. Muslim)
Dan sujud tilawah termasuk jenis sujud, maka sujud tilawah pun memiliki keutamaan ini.
Termasuk di antara yang menjelaskan tentang keutamaan sujud secara umum adalah hadits yang diriwayatkan dari sahabat yang mulia, Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami Radhiyallahu ‘Anhu. Beliau pernah meminta kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agar beliau bisa menemani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di surga. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
أعني على نفسك بكثرة السجود
“Wahai Rabi’ah, bantu aku untuk dirimu dengan engkau memperbanyak sujud.” (HR. Muslim)
Jadi, memperbanyak sujud bagi Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami bisa menjadi jalan untuk mendapatkan surga Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling tinggi, yaitu surga firdausNya, karena yang diminta oleh Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami adalah menemani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ...