Satu per satu orang meninggalkan kampung itu. Jika tak pindah ke tempat lain dan menetap disana, mereka pergi ke kota mencari pekerjaan. Bagi yang tersisa, mereka harus bertahan dalam pertarungan untuk mperoleh air, dari hari ke hari.
Kini satu-satunya sumber air yang biasa mereka andalkan hanyalah sebuah sumur di lembah. Sumur itu merupakan lubang satu-satunya yang mengeluarkan air. Tak ada yang mengira, sumur itu pula yang menjadi saksi bisu sebuah kisah cinta dan tragedi yang mengiringinya.