Maaf aku tinggal pergi, aku tinggal berlarut di dalam kepala yang sedihnya tak pernah surut. Aku tidak pernah benar-benar ingin pergi, aku masih mau kamu menemaniku, sebagai teman bicara yang selalu ada saat aku butuh didengarkan. Seperti dulu.
Maaf aku tinggal pergi, aku tinggal berlarut di dalam kepala yang sedihnya tak pernah surut. Aku tidak pernah benar-benar ingin pergi, aku masih mau kamu menemaniku, sebagai teman bicara yang selalu ada saat aku butuh didengarkan. Seperti dulu.