Surat pertama untuk mereka yang tidak pernah kebetulan lewat di garis kehidupan. Liburan sedetik di tengah tugas mahahsiswa semester tanggung adalah sebuah keharusan.
Ini... surat terakhir untukmu. Terima kasih sudah mengembalikan hatiku walau sudah enggak berbentuk. Aku bersyukur pernah dibuat remuk, karena hari ini aku jadi tahu kalau tidak selalu yang ingin aku genggam adalah yang juga baik untukku.
Untukmu yang waktu itu ke-PD-an. Hahaha. Surat ini ditulis untuk ayahku, tapi waktu itu ada orang lain yang merasa terganggu, katanya aku enggak usah nulis-nulis lagi tentang dia, padahal kan ini..... ya sudahlah.
Untuk sahabatku tersayang! Doanya sama setiap ulang tahunmu, semoga selalu baik-baik saja di mana pun berada. Semoga doa ini selalu sampai walau kita udah enggak lagi saling sapa.
Kalau suaranya sudah lemah sejak awal, artinya... AKU KANGEN KALIAN!!!
4 min
About #SuratSetiapJumat
From the publisher's feed
Sejak 2016 lalu, sudah lebih dari 50-an surat yang kutulis secara terbuka lewat banyak media. Sekarang, sudah waktunya kamu mendengarnya langsung dariku.