Radio Rodja 756 AM

Talbis Iblis atas Kaum Sufi ketika Datang dari Perjalanan


Listen Later


Talbis Iblis atas Kaum Sufi ketika Datang dari Perjalanan ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 8 Rabi’ul Akhir 1445 H / 23 Oktober 2023 M.







Kajian Tentang Talbis Iblis atas Kaum Sufi ketika Datang dari Perjalanan



Di antara talbis Iblis terhadap manusia, yaitu menggiring mereka kepada perkara yang diada-adakan dalam agama, atau dengan kata lain disebut bid’ah. Yang mana merubah-rubah syariat, menambah-nambahi, atau mengada-ngadakan sesuatu yang tidak ada, ini merupakan salah satu talbis iblis terhadap manusia dalam semua bab-bab agama. Karena agama tidak perlu ditambah-tambahi, dan tidak perlu juga diubah-ubah. Karena Allah telah menyempurnakan agama terakhir, yang tidak ada lagi petunjuk yang datang sesudahnya.



Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:



…الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا…



“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Ma’idah[5]: 3)



Seiring dengan turunnya ayat tersebut, maka Allah telah mengabarkan kepada manusia bahwa agama ini sudah sempurna. Maka Allah pun menyuruh kita untuk masuk ke dalam agama ini secara sempurna. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:



 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً…



“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam agama ini secara sempurna (menyeluruh).” (QS. Al-Baqarah[2]: 208)



Allah telah menjelaskan segala sesuatu di dalam kitabNya dan melalui sunnah nabiNya, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka salah satu pokok-pokok kaidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah ittiba’ kepada sunnah nabi dan menjauhi segala perkara-perkara yang diada-adakan (perkara-perkara bid’ah).



Salah satu talbis iblis kepada manusia adalah menggambarkan seolah-olah perkara bid’ah ini adalah baik, berupa ketaatan. Karena sebagaimana definisi bid’ah, yaitu menyerupai syariat; serupa tapi tidak sama, mirip tapi bukan dia, seperti itulah bid’ah. Sehingga dengan mudah iblis bisa menyeret manusia kepada bid’ah. Tidak pandang bulu, orang yang tidak punya semangat agama sampai orang yang punya semangat agama, iblis menyeret mereka kepada perkara-perkara bid’ah.



Bid’ah kaum sufi ketika safar



Di sini masih berkaitan dengan pembicaraan tentang kaum Sufi, berkaitan dengan beberapa ajaran mereka di dalam safar. Ibnul Jauzi Rahimahullahu Ta’ala mengatakan bahwa di antara paham yang dianut oleh kaum Sufi adalah ketika musafir datang dari satu tempat, dan dia masuk ke dalam ribat (tempat berkumpul yang di sana terdapat sejumlah jemaah), maka dia tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka sebelum masuk ke tempat wudhu dan berwudu. Setelah berwudu, dia masuk, lalu melaksanakan shalat dua rakaat. Setelah itu, barulah dia boleh mengucapkan salam kepada Syaikh atau kepada para jemaah.



Tentunya, adab yang diajarkan nabi adalah ketika masuk ke sebuah majelis, kita mengucapkan salam kepada mereka. Ibnul Jauzi mengatakan bahwa ini hal yang dibuat-buat oleh kaum Sufi yang datan...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings