Radio Rodja 756 AM

Talbis Iblis Terhadap Khawarij


Listen Later

Talbis Iblis Terhadap Khawarij adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 7 Muharram 1443 H / 16 Agustus 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Talbis Iblis Terhadap Khawarij
Khawarij adalah salah satu dari 72 golongan yang dikabarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan muncul di tengah-tengah umat. Di sini Ibnu Jauzi berusaha untuk menjelaskan kepada kita bagaimana iblis menyesatkan kelompok ini dari jalan yang benar.
Ibnul Jauzi mengatakan bahwa tokoh Khawarij, yaitu orang yang paling buruk di kalangan mereka, pencetus pertamanya adalah orang yang dijuluki Dzul Khuwaishirah. Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia bercerita bahwa ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu mengutus seseorang untuk menyerahkan emas dari Yaman kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah wadah kulit yang di samak namun belum dibersihkan dari debunya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menerima emas itu lalu membagikan kepada empat sahabat; Zaid Al-Khair, Aqra’ bin Habis, Uyainah bin Hisn dan Alqamah bin Ulatsah atau Amir bin Ath-Thufail (perawi yang meriwayatkan hadits ini ragu apakah ini atau itu). Namun sebagian sahabat, termasuk juga orang-orang Anshar dan lain-lain merasa kurang setuju atas penyerahan harta itu.
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada mereka: “Tidakkah kalian percaya kepadaku, padahal aku orang kepercayaan Allah yang ada di langit, datang kepadaku berita langit pagi dan petang.”
Wahyu turun kepada beliau setiap saat, artinya kalau itu salah Nabi akan ditegur. Dan Nabi melakukan itu bukan dengan hawa nafsu, tapi wahyu yang diturunkan kepada beliau.
Maka para sahabat (termasuk kaum Anshar) menerima perkataan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kalau Nabi sudah mengatakan sesuatu maka sami’na wa atha’na. Inilah iman para sahabat yang mulia, termasuk didalamnya Muhajirin dan Anshar.
Akan tetapi ada seseorang yang belum bisa menerima, walaupun Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah mengucapkan kata-kata itu. Disaat demikian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam didatangi seorang laki-laki yang bermata cekung, menonjol bagian atas kedua pipinya, menyembul dahinya, lebat jenggotnya, menyingsingkan sarungnya, botak kepalanya. Lalu dia berkata: “Wahai Rasulullah, takutlah engkau kepada Allah.”
Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengangkat wajah beliau kearah orang itu dan berkata: “Celaka kamu, bukankah di muka bumi ini orang yang paling takut kepada Allah adalah aku?”
Tidak lama berselang, laki-laki itu pun menjauh. Maka Khalid yang berada di dekat Nabi berkata: “Wahai Rasulullah, bolehkah aku memenggal leher orang itu?” Maka Nabi menjawab: “Tidak, barangkali dia masih mengerjakan shalat.”
Maka Khalid mengatakan: “Sungguh banyak orang yang shalat namun mengucapkan apa yang tidak ada dalam hatinya.” Maka Nabi berkata kepada Khalid: “Aku tidaklah diutus untuk  mengoyak hati manusia atau membelah perut mereka.” Kemudian Nabi memandangi laki-laki itu saat dia berpaling, dan Nabi pun berkata:
إنه سيخرج من ضئضئ هذا قوم يقرؤون القرآن لا يجاوز حناجرهم
“Sungguh akan muncul dari anak keturunan orang ini satu kaum, mereka membaca Al-Qur’an tapi bacaan itu tidak melewati kerongkongan mereka.”
Mereka membaca Al-Qur’an tapi tidak mereka pahami. Artinya itu hanyalah bacaan di bibir saja.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings