Tauhid dan Istighfar adalah Tiang Agama adalah Kajian bersama Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas Hafidzahullahu Ta’ala pada hari Sabtu, 02 Rabiul Awal 1443 H / 09 Oktober 2021 M.
Ceramah Agama Tentang Tauhid dan Istighfar adalah Tiang Agama
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ
“Ketahuilah bahwasanya tiada Ilah yang berhak diibadahi melainkan hanya Allah, dan mohonkanlah ampun kepada Allah atas dosamu, dan mohonkanlah ampun untuk laki-laki yang beriman dan perempuan-perempuan yang beriman. Dan Allah mengetahui tempat usaha kamu dan tempat tinggal kamu.” (QS. Muhammad[47]: 19)
Allah menyebutkan dalam ayat ini dengan kalimat “ketahuilah”, artinya kita diwajibkan untuk menuntut ilmu sebagaimana disebutkan oleh Imam Bukhari dalam shahihnya: العلم قبل القول والعمل (ilmu itu sebelum berkata dan sebelum berbuat).
Kemudian Allah menyebutkan “Tiada Ilah yang berhak diibadahi melainkan hanya Allah,” artinya semua sesembahan selain Allah adalah batil. Yang berhak diibadahi hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kemudian disuruh untuk minta ampun atas dosa-dosa, padahal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah maksum. Nabi disuruh untuk minta ampun sebagai contoh bagi ummatnya, agar umatnya selalu istighfar (minta ampun) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ilmu merupakan jalan untuk mengetahui bagaimana kita mentauhidkan Allah. Jadi kita wajib thalabul ilmi. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)
Lihat juga: Islam Agama Ilmu
Karena wajib, maka setiap muslim wajib untuk belajar tentang agama ini. Dan yang pertama kali dipelajari adalah tentang tauhid. Karena tauhid merupakan ashraful ulum (ilmu yang paling mulia).
Tiada Ilah yang berhak diibadahi melainkan hanya Allah
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di Rahimahullah menjelaskan bahwa jalan untuk mengetahui bahwa tiada Ilah yang berhak diibadahi melainkan hanya Allah ada beberapa perkara, yaitu:
Pertama (yang paling besar) yaitu mentadaburi nama-nama Allah dan sifat-sifatNya, juga perbuatan-perbuatanNya yang menunjukkan kepada kesempurnaan, keagungan dan kemuliaan Allah. Karena itu wajib untuk kita mengerahkan semua usaha untuk beribadah hanya kepada Allah Yang Maha Sempurna, yang bagiNya semua pujian, bagiNya semua kemuliaan, bagiNya semua keindahan.
Kedua, mengetahui bahwa Allah bersendiri dalam penciptaan dan mengatur alam semesta ini. Artinya tidak ada yang menciptakan kecuali hanya Allah dan tidak ada yang mengatur alam semesta ini kecuali hanya Allah Ta’ala. Sehingga dia mengetahui yang demikian itu bahwasanya Allah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi, tidak ada yang lain yang kita ibadahi kecuali hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ketiga, mengetahui bahwa Allah bersendiri yang memberikan nikmat yang lahir dan batin, Allah bersendiri memberikan nikmat agama dan dunia. Sesungguhnya yang demikian itu mewajibkan untuk bergantungnya hati hanya kepada Allah dan juga mencintaiNya, beribadah hanya kepadaNya, karena tidak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan hanya Allah dan tidak ada sekutu bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Keempat, apa yang kita lihat dan dengar dari ganjaran kepada wali-wali Allah yang melaksanakan tauhid. Allah menolong dan memberikan nikmat yang segera di dunia ini dan nanti di akhirat kepada mereka.
Yang pertama kita lihat adalah dari para Nabi dan Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam yang Allah abadikan dalam Al-Q...