TIDAK MEMARAHINYA
1 Samuel 3:13-14 (TB) 13 Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka! 14 Sebab itu Aku telah bersumpah kepada keluarga Eli, bahwa dosa keluarga Eli takkan dihapuskan dengan korban sembelihan atau dengan korban sajian untuk selamanya."
Allah menyatakan kemarahannya dan akan menghukum Imam Eli dengan serius. Apa yang dilakukan anak-anak imam Eli? Alkitab dengan cukup detail mengungkap kejahatan dan kebejatan mereka. 1 Samuel 2:12-17 (TB) 12 Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN, 13 ataupun batas hak para imam terhadap bangsa itu. Setiap kali seseorang mempersembahkan korban sembelihan, sementara daging itu dimasak, datanglah bujang imam membawa garpu bergigi tiga di tangannya 14 dan dicucukkannya ke dalam bejana atau ke dalam kuali atau ke dalam belanga atau ke dalam periuk. Segala yang ditarik dengan garpu itu ke atas, diambil imam itu untuk dirinya sendiri. Demikianlah mereka memperlakukan semua orang Israel yang datang ke sana, ke Silo. 15 Bahkan sebelum lemaknya dibakar, bujang imam itu datang, lalu berkata kepada orang yang mempersembahkan korban itu: "Berikanlah daging kepada imam untuk dipanggang, sebab ia tidak mau menerima dari padamu daging yang dimasak, hanya yang mentah saja." 16 Apabila orang itu menjawabnya: "Bukankah lemak itu harus dibakar dahulu, kemudian barulah ambil bagimu sesuka hatimu," maka berkatalah ia kepada orang itu: "Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak, aku akan mengambilnya dengan kekerasan." 17 Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.
Imam Eli mengetahui kejahatan anak-anaknya tetapi ia tidak menegur dan memarahinya. Ia malah membiarkannya begitu saja. Apa yang terjadi dengan Imam Eli dan kedua anak-Nya?
1 Samuel 4:11, 16-18 (TB) 11 Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas. 16 Kata orang itu kepada Eli: "Aku datang dari medan pertempuran; baru hari ini aku melarikan diri dari medan pertempuran." Kata Eli: "Bagaimana keadaannya, anakku?" 17 Jawab pembawa kabar itu: "Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas." 18 Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.
Baru-baru ini terjadi kehebohan: kasus pelecehan seksual yang dilakukan di sebuah Pondok Pendidikan Agama yang dilakukan oleh anak pendiri dari lembaga itu. Yang miris adalah ketika aparat kepolisian hendak menangkap pelaku yang nota bene anak sang pendiri dan pemimpin lembaga itu, ia malah membelanya. Maka terjadilah peristiwa dramatis penangkapan yang melibatkan ratusan aparat keamanan dan memerlukan waktu berjam-jam (17 jam). Barulah si pelaku ditangkap dan akan diproses lebih lanjut.
Keluarga harusnya menjadi tempat untuk mendidik anak agar takut akan Tuhan bukan membiarkan mereka berlaku buruk. (CS)