
Sign up to save your podcasts
Or


Renungan pagi: TINGGALKAN NIATMU ITU (bag.3)
Hal ketiga yang perlu kita tinggalkan adalah keinginan untuk mencari hormat dari manusia.
Seperti Tuhan Yesus tidak memerlukan hormat dari manusia, karena :
1. Ia sudah terhormat dan memiliki kehormatan yang kekal di hadapan Bapa-Nya. Tidak peduli Dia akan ditolak, dihina dan tidak dihormati, Ia telah terhormat di pemandangan Bapa.
2. Apapun yang dilakukan Tuhan Yesus bukan untuk mencari kehormatan dari manusia. Ia mencelikkan mata mereka yang buta, membuat mereka yang timpang berjalan bahkan membangkitkan orang mati, bukan supaya orang memuji dan menghormati Dia, melainkan karena kasih-Nya kepada Bapa dan jiwa-jiwa. Yesus layak dihormati tetapi Ia tidak minta-minta untuk dihormati.
3. Untuk mengajarkan kepada kita betapa berbahayanya jika seseorang mencari hormat dari manusia. Apakah bahayanya? Salah satunya adalah, tidak berani mengakui imannya kepada Kristus secara terang-terangan karena takut dikucilkan oleh masyarakat.
Jika kita masih mencari hormat dari manusia, kita tidak akan menerima hormat dari Bapa.
Hidup dalam kebenaran menempatkan kita pada sebuah posisi untuk mencari kesukaan Allah lebih dari pada mencari kesukaan manusia. Mencari apa yang menyenangkan hati-Nya, lebih dari pada menyenangkan hati manusia.
Saudaraku, mencari perkenanan manusia adalah jerat yang berbahaya. Allah menolak raja Saul karena dia lebih takut kepada rakyat dari pada kepada Tuhan. Saul takut kepada rakyat karena dia mau mencari hormat dari mereka lebih dari pada mencari hormat dari Tuhan.
Jadi, marilah kita mencari hormat yang dari Allah dan tinggalkan niat untuk mencari hormat dari manusia.
Saya Theo Barahama, mari pancarkan Kerajaan Sorga dari rumah kita!
By GPdI Ujung MentengRenungan pagi: TINGGALKAN NIATMU ITU (bag.3)
Hal ketiga yang perlu kita tinggalkan adalah keinginan untuk mencari hormat dari manusia.
Seperti Tuhan Yesus tidak memerlukan hormat dari manusia, karena :
1. Ia sudah terhormat dan memiliki kehormatan yang kekal di hadapan Bapa-Nya. Tidak peduli Dia akan ditolak, dihina dan tidak dihormati, Ia telah terhormat di pemandangan Bapa.
2. Apapun yang dilakukan Tuhan Yesus bukan untuk mencari kehormatan dari manusia. Ia mencelikkan mata mereka yang buta, membuat mereka yang timpang berjalan bahkan membangkitkan orang mati, bukan supaya orang memuji dan menghormati Dia, melainkan karena kasih-Nya kepada Bapa dan jiwa-jiwa. Yesus layak dihormati tetapi Ia tidak minta-minta untuk dihormati.
3. Untuk mengajarkan kepada kita betapa berbahayanya jika seseorang mencari hormat dari manusia. Apakah bahayanya? Salah satunya adalah, tidak berani mengakui imannya kepada Kristus secara terang-terangan karena takut dikucilkan oleh masyarakat.
Jika kita masih mencari hormat dari manusia, kita tidak akan menerima hormat dari Bapa.
Hidup dalam kebenaran menempatkan kita pada sebuah posisi untuk mencari kesukaan Allah lebih dari pada mencari kesukaan manusia. Mencari apa yang menyenangkan hati-Nya, lebih dari pada menyenangkan hati manusia.
Saudaraku, mencari perkenanan manusia adalah jerat yang berbahaya. Allah menolak raja Saul karena dia lebih takut kepada rakyat dari pada kepada Tuhan. Saul takut kepada rakyat karena dia mau mencari hormat dari mereka lebih dari pada mencari hormat dari Tuhan.
Jadi, marilah kita mencari hormat yang dari Allah dan tinggalkan niat untuk mencari hormat dari manusia.
Saya Theo Barahama, mari pancarkan Kerajaan Sorga dari rumah kita!