
Sign up to save your podcasts
Or


Ramadhipa Jelang Seri Terakhir masih berpeluang Finish Top-3 Klasemen Moto3 Junior untuk bisa meraih ' Golden Ticket ' Moto3 2027
jagat MotoGP sedang bersiap menghadapi revolusi teknis terbesar dalam satu dekade terakhir pada tahun 2027. Bukan hanya soal mesin yang menyusut dari 1000cc ke 850cc, tapi juga soal bagaimana otoritas balap (FIM, IRTA, dan Dorna) mengatur keseimbangan kompetisi melalui Sistem Konsesi.
Salah satu poin paling krusial dari regulasi 2027 adalah perlakuan terhadap pabrikan yang ada saat ini. Berdasarkan informasi terbaru, pada awal musim 2027, semua pabrikan yang berpartisipasi di musim 2026 akan langsung ditempatkan di Peringkat B (Rank B).
dinamika regulasi di MotoGP seakan tidak ada habisnya. Setelah hiruk-pikuk soal transisi regulasi teknis 2027, kini muncul sebuah wacana menarik dari sisi sporting regulation. Kabar terbaru yang dihembuskan oleh Autosport menyebutkan bahwa MotoGP sedang mempertimbangkan untuk menerapkan sistem Pebalap Cadangan Permanen (Permanent Reserve Riders), sebuah konsep yang sudah lama mapan di ajang Formula 1.
Sobat semua pasti merasakan ada yang aneh di musim ini. Biasanya, kalau kita sudah bicara soal kontrak pebalap untuk siklus regulasi baru, rumor itu sudah bertebaran ke mana-mana. Spekulasi siapa pindah ke mana sudah jadi konsumsi harian. Tapi untuk musim 2027 nanti—di mana kita tahu akan ada perubahan regulasi besar-besaran seperti mesin 850cc—kondisinya justru Radio Silence. Sepi. Hening.
Kenapa para pabrikan seperti Ducati, KTM, Aprilia, bahkan Yamaha dan Honda, seolah mengerem pengumuman kontrak jangka panjang mereka untuk tahun 2027 dan seterusnya
Jawabannya, menurut analisis yang saya himpun, bermuara pada satu dokumen sakral: Concorde Agreement Yang kita Bahas di Vlog Podcast Monolog kali ini . . Semoga Berkenan
Sobat sekalian,Sepertinya tensi dan suhu internal dalam struktur tim satelit Ducati justru sedang mencapai titik didih. Ada sebuah dinamika "perang dingin" yang melibatkan dua "anak" Borgo Panigale: VR46 Racing Team dan Gresini Racing. Laporan terbaru yang tmcblog himpun menyebutkan bahwa Ducati Corse kini harus berperan ekstra sebagai mediator bagi kedua tim satelitnya tersebut. Seperti apa detail panasnya hubungan mereka dan bagaimana nasib Fermin Aldeguer? Mari kita bedah bersama.
Fermin Aldeguer menjadi pusat badai ini. Awalnya, pebalap muda berbakat ini sudah sangat nyetel di Gresini Racing bersama Alex Marquez. Bahkan, Fermin secara terbuka menyatakan keinginannya untuk tetap bertahan di bawah asuhan Nadia Padovani.
Sobat sekalian,Sepertinya tensi dan suhu internal dalam struktur tim satelit Ducati justru sedang mencapai titik didih. Ada sebuah dinamika "perang dingin" yang melibatkan dua "anak" Borgo Panigale: VR46 Racing Team dan Gresini Racing. Laporan terbaru yang tmcblog himpun menyebutkan bahwa Ducati Corse kini harus berperan ekstra sebagai mediator bagi kedua tim satelitnya tersebut. Seperti apa detail panasnya hubungan mereka dan bagaimana nasib Fermin Aldeguer? Mari kita bedah bersama.
Fermin Aldeguer menjadi pusat badai ini. Awalnya, pebalap muda berbakat ini sudah sangat nyetel di Gresini Racing bersama Alex Marquez. Bahkan, Fermin secara terbuka menyatakan keinginannya untuk tetap bertahan di bawah asuhan Nadia Padovani.
marc marquez
CTO Aprilia Racing Bicara mengenai kesiapan 2026 dan Marc Marquez
AKHIRNNYA TERUNGKAP : Alasan Pramac Pindah Ke Yamaha, Karena Ducati Lebih Pilih Marc Marquez dibanding Jorge Martin
Pasca resmi dirilis pengumuman kepindahannya kemarin, pemilik tim Pramac Racing - Paolo Campinoti - berbagi beberapa detail mengenai kesepakatan kerjasama multi tahun dengan Yamaha yang akan dimulai di 2025 sebagai team factory kedua dengan paket motor yang sama dengan yang akan diperoleh Fabio Quartararo
From the publisher's feed