
Sign up to save your podcasts
Or


“Tuhan Aku Lelah”
“Tuhan aku lelah”...
Kalimat singkat yang kadang kita ucapkan dikala lelah menjawab berbagai pertanyaan dan tantangan yang muncul dikeseharian kita. Ungkapan kala lelah mendera dan berkecampuk di otak.
Tapi itulah kenyataan hidup yang tIdak dapat dipungkiri. Semua pasti pernah merasakan lelah dalam hidupnya. Bedanya, ada yg mau bangkit, tapi ada yang memilih terpuruk dan menyumpahi orang yang membuat kita lelah.
Pelajaran yang dapat diambil, bahwa kelelahan hidup yang dialami merupakan cara Tuhan membekali kita. Tuhan tidak akan menguji hambaNya yang lemah. Tapi manusia kadang suka melemahkan dirinya dan meniadakan Tuhan.
Justru dalam kelelahanlah kita menyadari bahwa kita butuh Tuhan. Dalam posisi ini, kita perlu bertanya apa yang Tuhan inginkan melalui hidup dan perjalanan kita? Kepercayaan kita padaNya yang dapat memacu kita untuk terus berjuang.
Saat kita tidak lagi mau berjuang dalam hidup, saat itulah kita mati walau masih hidup.
Tidak ada lagi makna untuk apa hidup, selain semakin lelah mengejar materi yang tidak juga kita bawa saat mati.
Oleh karenanya mari kita berjuang untuk memperoleh mahkota kehidupan yang Tuhan sediakan. Kita ubah fokus derita menjadi pembelajaran yang mendewasakan dan membuat semakin bijak.
Mengeluh justru membuat kita semakin lelah. Semua itu ditentukan oleh sikap kita terhadap kehidupan.
Jadilah pemenang yang akan bangkit walau jatuh berulang kali.
By Andreas“Tuhan Aku Lelah”
“Tuhan aku lelah”...
Kalimat singkat yang kadang kita ucapkan dikala lelah menjawab berbagai pertanyaan dan tantangan yang muncul dikeseharian kita. Ungkapan kala lelah mendera dan berkecampuk di otak.
Tapi itulah kenyataan hidup yang tIdak dapat dipungkiri. Semua pasti pernah merasakan lelah dalam hidupnya. Bedanya, ada yg mau bangkit, tapi ada yang memilih terpuruk dan menyumpahi orang yang membuat kita lelah.
Pelajaran yang dapat diambil, bahwa kelelahan hidup yang dialami merupakan cara Tuhan membekali kita. Tuhan tidak akan menguji hambaNya yang lemah. Tapi manusia kadang suka melemahkan dirinya dan meniadakan Tuhan.
Justru dalam kelelahanlah kita menyadari bahwa kita butuh Tuhan. Dalam posisi ini, kita perlu bertanya apa yang Tuhan inginkan melalui hidup dan perjalanan kita? Kepercayaan kita padaNya yang dapat memacu kita untuk terus berjuang.
Saat kita tidak lagi mau berjuang dalam hidup, saat itulah kita mati walau masih hidup.
Tidak ada lagi makna untuk apa hidup, selain semakin lelah mengejar materi yang tidak juga kita bawa saat mati.
Oleh karenanya mari kita berjuang untuk memperoleh mahkota kehidupan yang Tuhan sediakan. Kita ubah fokus derita menjadi pembelajaran yang mendewasakan dan membuat semakin bijak.
Mengeluh justru membuat kita semakin lelah. Semua itu ditentukan oleh sikap kita terhadap kehidupan.
Jadilah pemenang yang akan bangkit walau jatuh berulang kali.