Tujuan Haji Memperkuat Ketundukan Terhadap Perintah Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Tujuan-Tujuan Haji. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 13 Muharram 1445 H / 31 Juli 2023 M.
Kajian Islam Ilmiah Tentang Tujuan Haji Memperkuat Ketundukan Terhadap Perintah Allah
Di antara tujuan Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan kepada kita untuk melaksanakan ibadah haji, salah satunya adalah bagaimana kita betul-betul tunduk dan patuh untuk menjawab seruan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita akan melaksanakan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan, kita akan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita akan tunduk terhadap syariat-syariat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan kepada kita bersama. Dan ini merupakan di antara tujuan yang paling mulia dari tujuan diwajibkan ibadah haji kepada kita bersama. Sehingga mesti bagi kita untuk memperhatikannya.
Tujuan ibadah haji ini bisa kita perhatikan di dalam berbagai macam tempat ketika kita melaksanakan ibadah haji. Dan yang paling agung adalah ketika seorang jemaah haji mengucapkan kalimat talbiyah yang mungkin puluhan kali mereka akan mengucapkannya, bahkan ratusan kali membacanya. Tergantung bagaimana kesungguhan dan ketekunan seseorang di dalam melaksanakan ibadah yang mulia ini.
Kalimat talbiyah merupakan di antara bentuk kita menjawab seruan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebuah kalimat dimana kita ingin melaksanakan semua perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di dalam kalimat talbiyah akan terulang لبيك empat kali, dan itu merupakan kalimat yang menjawab seruan. Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku akan menjawab seruanMu, aku akan melaksanakan perintahMu, aku akan tunduk terhadap syariat-syariatMu. Engkau memanggilku untuk melaksanakan ibadah haji dan aku pun mengatakan لَبَّيْكَ اللهُمَّ، لَبَّيْكَ (Ya Allah aku jawab seruanMu dan aku pun menjawab seruanMu).”
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam firmanNya:
وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
“Umumkanlah kepada manusia agar mereka melaksanakan ibadah haji, maka mereka akan datang dalam keadaan berjalan kaki, menggunakan unta-unta yang kurus, mereka akan datang dari semua arah.” (QS. Al-Hajj[22]: 27)
Maka panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut dijawab oleh mereka-mereka yang ada iman di dalam jiwa dan raganya. Mereka pun mengucapkan لَبَّيْكَ اللهُمَّ، لَبَّيْكَ (Ya Allah, kami menjawab seruanMu, kami patuh terhadap perintahMu, kami tunduk terhadap apa yang Engkau ajak kami untuk melakukannya.)
Dan kalimat لَبَّيْكَ اللهُمَّ، لَبَّيْكَ dalam talbiyah betul-betul memberikan penekanan di dalam menjawab seruan Allah Subhanahu wa Ta’ala, tunduk setelah ketundukan, melaksanakan perintah dan betul-betul berusaha mengerjakannya.
Dianjurkan bagi mereka yang mengucapkan talbiyah agar mengangkat suaranya. Sebagaimana yang bersumber dari Nabi kita yang mulia, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
جاءَني جبريلُ فقالَ يا محمَّدُ مُر أصحابَكَ فليَرفَعوا أصواتَهُم بالتَّلبيةِ فإنَّها مِن شعارِ الحجِّ.
“Jibril datang kepadaku, kemudian dia mengatakan: ‘Wahai Muhammad, perintahkan sahabat-sahabatmu untuk mengangkat suaranya ketika mengucapkan kalimat talbiyah, karena itu adalah bagian daripada syiar haji.'” (HR. Ibnu Majah)
Mengangkat suara di kala kita mengucapkan talbiyah memiliki makna yang sangat agung da...