Tujuan Haji Merealisasikan Ketakwaan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Tujuan-Tujuan Haji. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 22 Dzulhijjah 1444 H / 10 Juli 2023 M.
Kajian Islam Ilmiah Tentang Tujuan Haji Merealisasikan Ketakwaan
Sesungguhnya di antara salah satu tujuan melaksanakan ibadah haji adalah mewujudkan rasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak sekali mengulang di dalam ayat-ayat yang berkaitan dengan ibadah haji. Walaupun ayat tersebut tidak terlalu banyak, namun di antara fokusnya adalah memberikan wasiat kepada hamba untuk selalu bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak sekali bisa didapatkan ketika melaksanakan ibadah haji dibandingkan seseorang melaksanakan ibadah-ibadah yang lainnya. Yang demikian kalau kita bisa memikirkan dengan pemikiran dengan jernih dan penghayatan yang bagus untuk mewujudkan cita-cita dari ibadah haji dan apa yang tujuan yang sebenarnya.
Ayat-ayat serta wasiat Allah Subhanahu wa Ta’ala berulang-ulang ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala berbicara tentang masalah haji, terutama di dalam surah Al-Baqarah.
Dalam ayat pertama, Allah Subhanahu wa Ta’ala memulainya dengan FirmanNya:
…وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Bertakwalah kalian kepada Allah, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki adzab yang sangat pedih.”(QS. Al-Baqarah[2]: 196)
Kemudian dipertengahan ayat-ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menyebutkan:
…وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
“Berbekallah kalian, dan sesungguhnya bekal yang terbagus adalah takwa. Dan takutlah kalian kepadaKu, wahai orang-orang yang memiliki hati.” (QS. Al-Baqarah[2]: 197)
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengakhiri ayat-ayat haji dengan firmanNya:
…وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
“Bertakwalah kalian kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kalian akan dikumpulkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Baqarah[2]: 203)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman dalam surat Al-Hajj:
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ
“Yang demikian, bagi mereka yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sesungguhnya itu adalah bagian daripada ketakwaan yang ada di dalam hatinya.” (QS. Al-Hajj[22]: 32)
Dan juga Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ…
“Allah tidak menerima dan tidak menginginkan dagingnya atau darahnya, akan tetapi yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kalian adalah takwa.” (QS. Al-Hajj[22]: 37)
Bertakwa Merupakan Wasiat Paling Agung
Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan wasiat yang paling agung dan perbekalan yang paling indah untuk bertemu dengan hari kiamat. Yang demikian merupakan wasiat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada orang-orang terdahulu dan juga kepada orang-orang yang akan datang berikutnya dari hamba-hambaNya. Sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dalam FirmanNya:
وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا...