Ujian Merupakan Sunatullah Pada MakhlukNya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Furqan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 25 Rabiul Awal 1443 H / 1 November 2021 M.
Kajian sebelumnya: Allah Mengangkat Derajat Orang Yang Rendah Hati
Ceramah Agama Islam Tentang Ujian Merupakan Sunatullah Pada MakhlukNya
Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Ashabul Ukhdud adalah sebagai berikut:
6. Ujian merupakan sunatullah pada makhlukNya
Pelajaran ini diambil dari kisah Ashabul Ukhdud. Dimana Si Rahib diuji keimanannya dengan disiksa sampai dibelah tubuhnya menjadi dua dengan gergaji. Kemudian juga teman duduknya raja, juga ghulam beserta orang-orang beriman diuji dengan dibakar.
Manusia diciptakan di atas muka bumi ini untuk diuji. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari nutfah yang Kami ingin mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS. Al-Insan[76]: 2)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا…
“Dia-lah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan kematian dan kehidupan, agar Allah uji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik amalnya.” (QS. Al-Mulk[67]: 2)
Ulama menyebutkan ujian di dunia ini dengan dua hal. Yaitu dengan kebaikan dan dengan keburukan, dengan kekayaan dan dengan kemiskinan, dengan kesusahan dan dengan kesenangan.
Sebagian kita menyangka ujian itu hanya dengan kemiskinan, tidak punya uang, kekurangan, kesempitan, sakit dan semua hal yang tidak menyenangkan. Padahal sesungguhnya semua kebaikan adalah ujian; kekayaan, sehat, kelapangan, semua kesenangan itu ujian.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
…وَبَلَوْنَاهُم بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Dan Kami uji mereka dengan kebaikan-kebaikan dan Kami uji mereka juga dengan keburukan-keburukan, semoga mereka kembali.” (QS. Al-A’raf[7]: 168)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Setiap jiwa yang memiliki nyawa pasti akan merasakan kematian, dan Kami uji kalian dengan keburukan dan dengan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kami lah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya[21]: 35)
Jadi yang akan sukses/selamat/berhasil menghadapi ujian adalah orang yang beriman. Yaitu imannya bukan hanya sekedar dimulut, tetapi imannya betul-betul menghujam di hati dan dibuktikan dengan amalan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ
“Sungguh menakjubkan perkaranya orang beriman itu, semua perkaranya baik baginya. Dan itu tidak dimiliki kecuali oleh orang yang beriman. Apabila dia mendapatkan kebaikan, dia bersyukur, dan itu baik baginya.