Radio Rodja 756 AM

Waktu-Waktu Shalat


Listen Later

Waktu-Waktu Shalat ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 28 Muharram 1443 H / 6 September 2021 M.

Download kajian sebelumnya: Konsekuensi Hukum Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat
Kajian Tentang Waktu-Waktu Shalat
Para ulama telah bersepakat bahwa shalat lima waktu itu ada waktu-waktu yang telah ditentukan untuknya. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu diwajibkan kepada kaum mukminin sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.” (QS. An-Nisa[4]: 103)
Waktu shalat dzuhur
Shalat dzuhur adalah shalat yang diwajibkan dengan masuknya waktu dzuhur. Shalat ini mempunyai beberapa nama, yaitu: shalat dzuhur, shalat ula, shalat hajirah.
Awal waktu dzuhur
Awal waktu dzuhur adalah ketika matahari tergelincir dari pertengahan langit. Para ulama telah berijma’ dalam masalah ini,  karena banyaknya hadits yang menjelaskannya. Di antaranya hadits dari sahabat Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda:
وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتْ الشَّمْسُ
“Waktu dzuhur itu ketika matahari tergelincir (dari pertangahan langit).” (HR. Muslim)
Akhir waktu dzuhur
Adapun akhir waktu dzuhur maka para ulama telah berselisih pendapat dalam masalah ini, antara mayoritas ulama dengan ulama madzhab Hanafiyah. Jumhur ulama mengatakan bahwa akhir waktu dzuhur adalah ketika bayangan sama dengan ukuran aslinya. Kalau kita tegakkan tongkat panjangnya 1 meter, maka waktu dzuhur ketika bayangan tongkat tersebut juga 1 meter.
Adapun ulama-ulama Hanafiyah mengatakan bahwa waktu dzuhur berakhir ketika bayangan menjadi dua kali lipatnya benda aslinya. Berarti kalau tongkatnya 1 meterk, maka bayangannya mencapai 2 meter.
Pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah pendapatnya mayoritas ulama. Hal ini karena banyak sekali hadits yang menguatkan pendapat mayoritas ulama. Di antaranya hadits dari sahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma:
وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتْ الشَّمْسُ وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُولِهِ مَا لَمْ يَحْضُرْ الْعَصْرُ
“Waktu dzuhur itu ketika matahari tergelincir dari pertengahan langit sampai bayangan seseorang seperti tingginya dia selama waktu ashar belum datang.” (HR. Muslim)
Ada juga hadits lain yang menunjukkan bahwa waktu dzuhur berakhir ketika bayangan seseorang sama dengan tingginya, yaitu hadits Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhuma. Disebutkan dalam hadits beliau: “Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat dzuhur di hari berikutnya ketika bayangan seseorang yang sama dengan tingginya.” Ini menunjukkan bahwa akhir shalat dzuhur itu ketika bayangan sesuatu sama dengan tingginya.
Waktu Shalat Ashar
Menit ke- Shalat ashar juga disebut sebagai shalat wustha. Inilah yang disebut oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an (menurut pendapat yang lebih kuat). Yaitu dalam FirmanNya:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ
“Jagalah shalat-shalat kalian dan juga shalat wustha.” (QS. Al-Baqarah[2]: 238)
Pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin menjelaskan kepada kita bahwa shalat ashar sangat dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings