Radio Rodja 756 AM

Wasiat Nabi di Ghadir Khum


Listen Later

Wasiat Nabi di Ghadir Khum adalah kajian tematik yang disampaikan oleh Ustadz Fariq Gasim Anuz Hafidzahullah pada Sabtu, 9 Dzulhijjah 1443 H / 9 Juli 2022 M.
Wasiat Nabi di Ghadir Khum
Ghadir Khum adalah nama suatu tempat (lembah yang datar) antara Mekah dan Madinah. Di sana banyak terdapat pepohonan dan juga ada mata air (sumur) di mana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada tahun ke-10 Hijriyah sepulang dari Haji Wada, beliau singgah dan beristirahat di Ghadir Khum kemudian juga beliau memberikan wasiat kepada para sahabat di sana.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menunaikan ibadah haji ditahun ke-10 Hijriyah yang disebut dengan Haji Wada’. Dan itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaksanakan ibadah haji seumur hidupnya hanya satu kali.
Sepulang dari Mekah sekitar tanggal 13/14 Dzulhijjah, beliau bertolak menuju Madinah untuk pulang bersama sebagian sahabat. Jarak antara Mekah dengan Ghadir Khum sekitar 159 Km. Ghadir Khum ini sekarang tidak dilalui oleh para jamaah haji atau umrah.
Berikut ini khutbah dan wasiat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Ghadir Khum yang dikisahkan oleh Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘Anhu:
أَمَّا بَعْدُ، أَلاَ أَيُّهَا النَّاسُ فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِىَ رَسُولُ رَبِّى فَأُجِيبَ، وَأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ، أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللَّهِ فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ فَخُذُوا بِكِتَابِ اللَّهِ وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ، وَأَهْلُ بَيْتِى أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ فِى أَهْلِ بَيْتِى، أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ فِى أَهْلِ بَيْتِى، أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ فِى أَهْلِ بَيْتِى.
“Amma ba’du, ketahuilah wahai kaum muslimin, sesungguhnya aku adalah manusia biasa, sudah dekat masanya untuk datang malaikat maut yang akan datang menjemputku dan aku akan menerimanya.
Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang sangat berharga, yang pertama adalah kitabullah (Al-Qur’an), di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, ambillah (isi) kitabullah dan berpegang teguhlah dengannya.
Yang kedua, aku tinggalkan kepada kalian Ahlu Baitku (keluargaku). Aku ingatkan kalian (agar bertakwa) kepada Allah dengan (memuliakan dan tidak mendzalimi) keluargakua! Aku ingatkan kalian (agar bertakwa) kepada Allah dengan (memuliakan dan tidak mendzalimi) keluargaku! Aku ingatkan kalian (agar bertakwa) kepada Allah dengan (memuliakan dan tidak mendzalimi) keluargaku!” (HR. Muslim no. 2408)
Setelah selesai khutbah singkat tersebut, beliau bertanya kepada para sahabat, “Bukankah aku lebih utama bagi kaum mukminin melebihi diri mereka sendiri?”
Ini adalah pertanyaan yang tidak perlu dijawab karena sudah tentu para Sahabat akan menjawab: “Tentu Ya Rasulullah.” Para Sahabat penasaran tentang apa yang akan disampaikan setelah itu.
Lalu beliau menghampiri Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, mengangkatnya untuk berdiri bersama dan menggandeng tangannya lalu beliau bersabda:
مَنْ كُنْتُ مَوْلَاهُ فَعَلِيّ مَوْلَاهُ، اللَّهُمّ وَالِ مَن وَالَاهُ وَعَادِمَنْ عَادَاهُ
“Barangsiapa menjadikan aku sebagai walinya, maka jadikan Ali juga sebagai walinya. Ya Allah, cintailah orang yang mencintai Ali. Ya Allah musuhilah orang yang memusuhi Ali.” (HR. Imam Ahmad)
Hadits ini dipertentangkan oleh para ulama kita tentang keshahihannya.
Ketika Ali menjabat sebagai khalifah, ia pernah mengumpulkan manusia di Rahbah (nama tempat di Iraq), kemudian berkata kepada mereka, “Aku bersumpah dengan nama Allah, setiap muslim yang mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda di Ghadir Khum hendaklah berdiri!” Maka berdirilah tiga puluh orang, mereka menjadi saksi ketika beliau memegang tangan Ali lalu beliau bersabda:
مَنْ كُنْتُ مَوْلَاهُ فَهَذَامَوْلَاهُ اللَّهُمَّ وَال مَنْ وَالَاهُ وَعَادِمَنْ عَادَاهُ
“Barangsiapa menjadikanku sebagai walinya maka jadikanlah Ali...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings