Ada batasan yang sangat tipis antara memuliakan Tuhan dan mencuri kemuliaan Tuhan. Ga jarang kita yang kehilangan kemuliaan Allah ini memilih untuk mengaburkannya dan membiarkan itu menjadi modal dan fondasi bagi kehidupan Kristen kita. Gimana menghadapi pergulatan ini? Bermain-main dengan batasan itu, atau kembali jujur di hadapan Tuhan yang mengenal dan rindu dikenal?