Dunia politik seringkali dianggap identik dengan laki-laki, yang menyebabkan ketidakseimbangan peran kedua peran gender dalam bidang tersebut. Sekalipun sudah ada kebijakan affirmative action yang mendorong perempuan untuk berpartisipasi agar lebih representatif dalam ruang pemerintahan, kenyataannya presentase partisipasi politik perempuan masih jauh di bawah ekspektasi. Dominasi kaum laki-laki dalam politik selalu menjadi fakta tak terbantahkan, dan faktor-faktor yang menyebabkan dominasi tersebut menghambat perempuan untuk menggunakan suara atau menunjukkan kemampuan mereka untuk mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan kualitas-kualitas lainnya yang dibutuhkan dalam kancah perpolitikan. Jadi, kira-kira seperti apa fakta peran perempuan dalam politik di Indonesia dan bagaimana faktor-faktor tertentu dapat menghambat partisipasi mereka? Please check out our new episode of girls podcast on Anchor and Spotify!