
Sign up to save your podcasts
Or


Banyak pemimpin dan manajer yang sukses merasa terjebak dalam paradoks: mereka telah bekerja keras untuk mengoptimalkan setiap bagian dari bisnis mereka—penjualan, pemasaran, keuangan, dan operasi—namun tetap merasa "bisnis yang menjalankan mereka." Seringkali, "jumlah dari bagian-bagiannya terasa lebih kecil dari keseluruhannya." Perasaan frustrasi dan kekacauan ini muncul karena satu hal: mereka telah menyempurnakan setiap sistem diskrit sambil mengabaikan sistem terbesar yang menaungi semuanya, yaitu Sistem Manajemen Perusahaan (Enterprise Management System) yang seringkali dibiarkan tumbuh secara default.
"Simple Complexity" menawarkan sebuah lensa baru untuk melihat kekacauan ini, yang disebut sebagai "pemikiran sistem" (systems thinking). William Donaldson berpendapat bahwa pemikiran sistem adalah disiplin pemersatu yang memungkinkan para pemimpin untuk beralih dari sekadar mengelola bagian-bagian menjadi memahami keseluruhan yang dinamis. Buku ini menolak gagasan bahwa ada satu "cara rahasia" untuk mengelola; sebaliknya, ia memberikan kerangka kerja untuk memahami bahwa setiap organisasi adalah sistem yang unik, sebuah jalinan kompleks dari elemen, interaksi, dan tujuan.
Buku ini bertujuan untuk mengungkap bahwa di balik kompleksitas yang tampak luar biasa dari sebuah organisasi, terdapat seperangkat prinsip sistemik yang pada dasarnya sederhana. Dengan memahami konsep-konsep seperti holon, properti yang muncul, dan keseimbangan dinamis, pemimpin dapat mulai merancang sistem manajemen mereka secara sengaja. Ini adalah buku panduan untuk beralih dari perasaan kewalahan oleh kompleksitas menjadi mendapatkan kejelasan dan kendali dengan memahami kesederhanaan yang mendasarinya.
By Dani Wahyu MunggoroBanyak pemimpin dan manajer yang sukses merasa terjebak dalam paradoks: mereka telah bekerja keras untuk mengoptimalkan setiap bagian dari bisnis mereka—penjualan, pemasaran, keuangan, dan operasi—namun tetap merasa "bisnis yang menjalankan mereka." Seringkali, "jumlah dari bagian-bagiannya terasa lebih kecil dari keseluruhannya." Perasaan frustrasi dan kekacauan ini muncul karena satu hal: mereka telah menyempurnakan setiap sistem diskrit sambil mengabaikan sistem terbesar yang menaungi semuanya, yaitu Sistem Manajemen Perusahaan (Enterprise Management System) yang seringkali dibiarkan tumbuh secara default.
"Simple Complexity" menawarkan sebuah lensa baru untuk melihat kekacauan ini, yang disebut sebagai "pemikiran sistem" (systems thinking). William Donaldson berpendapat bahwa pemikiran sistem adalah disiplin pemersatu yang memungkinkan para pemimpin untuk beralih dari sekadar mengelola bagian-bagian menjadi memahami keseluruhan yang dinamis. Buku ini menolak gagasan bahwa ada satu "cara rahasia" untuk mengelola; sebaliknya, ia memberikan kerangka kerja untuk memahami bahwa setiap organisasi adalah sistem yang unik, sebuah jalinan kompleks dari elemen, interaksi, dan tujuan.
Buku ini bertujuan untuk mengungkap bahwa di balik kompleksitas yang tampak luar biasa dari sebuah organisasi, terdapat seperangkat prinsip sistemik yang pada dasarnya sederhana. Dengan memahami konsep-konsep seperti holon, properti yang muncul, dan keseimbangan dinamis, pemimpin dapat mulai merancang sistem manajemen mereka secara sengaja. Ini adalah buku panduan untuk beralih dari perasaan kewalahan oleh kompleksitas menjadi mendapatkan kejelasan dan kendali dengan memahami kesederhanaan yang mendasarinya.