
Sign up to save your podcasts
Or


Ada yang bilang, pertemanan anak kampus itu sangatlah keras. Kalau nggak pintar, nggak bakal punya teman. Kalau kita tidak memberikan keuntungan apapun dalam suatu lingkaran pertemanan, siap-siap aja diabaikan dan dianggap nggak ada. Kalau pun punya teman, jangan-jangan teman itulah yang suatu saat nanti akan menjatuhkan kita. Waduh! Kalau beneran kayak gini, gimana caranya punya teman saat kuliah, dong? Yang ingin disampaikan di sini adalah, jangan hanya karena demi mendapatkan teman, justru kita melupakan batasan diri dan menjadi sosok yang dikontrol oleh orang lain. Menciptakan personal boundaries dan membangunnya secara sehat adalah salah satu solusinya. Dengan personal boundaries, kita jadi lebih mengenal diri sendiri dan siapa tahu menghantarkan kita ke lingkaran pertemanan yang positif. Semangat!
By Farah SarayusaAda yang bilang, pertemanan anak kampus itu sangatlah keras. Kalau nggak pintar, nggak bakal punya teman. Kalau kita tidak memberikan keuntungan apapun dalam suatu lingkaran pertemanan, siap-siap aja diabaikan dan dianggap nggak ada. Kalau pun punya teman, jangan-jangan teman itulah yang suatu saat nanti akan menjatuhkan kita. Waduh! Kalau beneran kayak gini, gimana caranya punya teman saat kuliah, dong? Yang ingin disampaikan di sini adalah, jangan hanya karena demi mendapatkan teman, justru kita melupakan batasan diri dan menjadi sosok yang dikontrol oleh orang lain. Menciptakan personal boundaries dan membangunnya secara sehat adalah salah satu solusinya. Dengan personal boundaries, kita jadi lebih mengenal diri sendiri dan siapa tahu menghantarkan kita ke lingkaran pertemanan yang positif. Semangat!