Ditulis dengan segenap harap untuk menguatkan seorang teman, mungkin juga kalian teman-temanku yang lain yang sedang kehilangan. Sebab aku tak kuasa menyaksikan riak air mata yang tak bermuara. Lebih tak sanggup lagi karena berani ku hanya sebatas mengangguk pada nanar pandangan matanya dan menepuk jauh punggung juga bahunya yang terkulai seada-adanya.