Apa yang kita lakukan ketika keadaan di sekitar kita semakin buruk, harapan mulai pudar, dan bahkan iman terasa berada di titik terendah?
Dalam khotbah ini, Abuna AM Jusuf Roni membawa kita masuk ke ratapan Nabi Yeremia dalam Yeremia 17:14–18. Di tengah tekanan, kekecewaan, dan keadaan umat yang kehilangan pegangan, Yeremia tidak berhenti pada keputusasaan. Ia kembali berseru kepada TUHAN: “Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat.”
Melalui kata rapha dan yasha, Abuna menjelaskan kebutuhan manusia akan karya Tuhan yang menyembuhkan, memulihkan, memperbaiki, menyelamatkan, dan membebaskan. Bahkan ketika janji Tuhan belum terlihat menjadi kenyataan, iman belajar tetap bertahan dalam proses karena firman-Nya tidak pernah gagal.
Dalam episode ini:
• Mengapa Yeremia dapat mengalami keputusasaan di tengah panggilannya sebagai nabi
• Rapha dan yasha: kebutuhan akan kesembuhan, pemulihan, perbaikan, keselamatan, dan pembebasan dari Tuhan
• Bagaimana pujian dan iman menolong kita tetap berpegang pada janji Tuhan sampai firman-Nya digenapi
Firman: Yeremia 17:14–18
Archive Information
Speaker: Bishop Emeritus Abuna AM Jusuf Roni
Original recording: 2 Juni 2013
Presented by: GKA Church
Rekaman ini merupakan bagian dari Archive Abuna, proyek digital GKA Church untuk menjaga dan meneruskan warisan pengajaran Abuna kepada generasi berikutnya.
Sebagian materi berasal dari rekaman arsip lama. Audio dipulihkan seperlunya tanpa mengubah substansi pengajaran asli.
A Voice. A Legacy. A Faith Passed On.
Follow Archive Abuna untuk mendengarkan kembali pengajaran-pengajaran yang ikut membentuk perjalanan iman dan DNA GKA.
#SupportArchieveProject Rek. an. Gereja Kemah Abraham BCA: 498-030-7404