KEMATIAN = NASEHAT
apa yang sering kita dengar yang dikatakan seseorang ketika menerima kabar bahwa saudara, sahabat, atau tetangganya meninggal?
*****
*nggak nyangka ya?....
*kok bisa sih?...
*kemarin masih ngobrol sama aku lho...
*padahal kemarin masih oleh raga akhir pekan, dan nggak ada tanda-tanda sakit lho...
*kasihan ya... padahal baru menikah...
*kasihan ya... anaknya masih kecil-kecil...
*setahu saya pekan lalu habis beli mobil baru lho...
*bukannya beliau baru naik jabatan?
*padahal rumahnya baru selesai direnovasi lho...
*****
sadarkah kita seolah-olah berita itu membisikkan kepada kita, siap-siap ya.. sebentar lagi bisa jadi kamu...
sesungguhnya kematian adalah nasehat, bahwa kematian bisa datang kapan saja tanpa permisi, tanpa basa-basi.
kematian datang bukan atas dasar nomor urut tapi nomor cabut, siapa yang akan dicabut terlebih dulu...
bukan diurutkan dari yang tua ke yang muda...
waktunya dirahasiakan untuk mengajarkan kita agar selalu berfikir baik, berkata baik, dan bertindak baik
baik menurut Alloh...
lalu dari mana kita tahu bahwa semua yang kita lakukan sesuai dengan ridho Allah? tentu hanya melalui Al-Qur'an dan Sunah dan bukan yang lain.
permasalahannya adalah apakah kita sudah berusaha belajar, mengenal, dan mempercayai sepenuhnya dikatakan Alqur'an dan Sunah? karena seringkali kita lebih mengutamakan dan mendahulukan opini manusia, kita menjadi lebih takut berbeda dengan yang lain dibanding meraih ridho-Nya.
cukuplah kematian menjadi nasehat, sekaya apapun kita toh akan mati, semiskin apapun kita juga akan mati, setinggi apapun jabatan kita mati juga, sepandai apapun kita akan mati jua, begitu seterusnya. yuk persiapkan diri siapapun kita hari ini karena bisa jadi ketika waktu itu tiba kita tidak sedang dalam ridho-Nya.
kematian tidak pasti datangnya tapi pasti terjadinya.
mohon maaf untuk hati yang tersakiti, mohon ampun atas dosa yang perah terjadi.
muhasabah diri,
Adhi Priyawan
1 Juni 2019
Allah SWT berfirman:
وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَآ بَّةٍ وَّلٰـكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ فَاِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
walau yu`aakhizullohun-naasa bizhulmihim maa taroka 'alaihaa min daaabbatiw wa laakiy yu`akhkhiruhum ilaaa ajalim musammaa, fa izaa jaaa`a ajaluhum laa yasta`khiruuna saa'ataw wa laa yastaqdimuun
... Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun"
(QS. An-Nahl 16: Ayat 61) Podcast: adhi.priyawan
Instagram: adhi.priyawan
Facebook: adhi priyawan
Youtube: adhi.priyawan