Fluent Fiction - Indonesian:
Adventure Interrupted: A Lesson in Friendship at Borobudur Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-02-16-23-34-02-id
Story Transcript:
Id: Langit di atas Candi Borobudur tampak gelap.
En: The sky above Candi Borobudur looked dark.
Id: Awan mulai menggantung rendah, pertanda hujan akan turun.
En: Clouds began to hang low, a sign that rain would soon fall.
Id: Dewi berdiri di sana dengan Rahmat, temannya yang setia.
En: Dewi stood there with Rahmat, her faithful friend.
Id: Mereka terpesona dengan keajaiban candi kuno itu.
En: They were captivated by the wonder of the ancient temple.
Id: Ukiran-ukiran batu yang rumit bercerita tentang kisah-kisah zaman dahulu.
En: The intricate stone carvings told stories of old times.
Id: Di sekelilingnya ada pepohonan hijau yang lebat, tampak lebih segar dan bersinar di bawah sinar hujan yang turun.
En: Surrounding them were dense green trees, appearing fresher and shining beneath the falling rain.
Id: Dewi, wanita yang selalu ingin tahu dan suka berpetualang, tak mau melewatkan setiap sudut candi megah ini.
En: Dewi, a woman who is always curious and loves adventure, didn't want to miss every corner of the magnificent temple.
Id: Namun, tiba-tiba, Dewi mulai merasa aneh.
En: However, suddenly, Dewi started to feel strange.
Id: Hidungnya gatal dan napasnya tersengal-sengal.
En: Her nose was itching and her breath was short.
Id: Mata Rahmat tertuju pada Dewi, merasa khawatir.
En: Rahmat's eyes turned to Dewi, feeling worried.
Id: “Kau baik-baik saja?
En: "Are you alright?"
Id: ” tanya Rahmat, suaranya tenang namun penuh perhatian.
En: asked Rahmat, his voice calm yet full of concern.
Id: Dewi mengangguk, walau dalam hati dia tahu gejala alerginya mulai kambuh.
En: Dewi nodded, although in her heart she knew her allergy symptoms were starting to flare up.
Id: Rahmat, yang selalu berjaga-jaga, segera mencari sesuatu di dalam tas ranselnya.
En: Rahmat, ever vigilant, immediately searched for something in his backpack.
Id: Dia tahu betul sahabatnya itu sering mengalami alergi, dan di musim hujan seperti ini, situasinya bisa lebih buruk.
En: He knew well that his friend often suffered from allergies, and in the rainy season like this, the situation could be worse.
Id: “Dewi, kita perlu mencari bantuan sekarang.
En: "Dewi, we need to seek help now.
Id: Aku tahu kau ingin selesai menjelajah, tapi kesehatanmu lebih penting,” kata Rahmat tegas.
En: I know you want to finish exploring, but your health is more important," said Rahmat firmly.
Id: Namun, kepala Dewi berbisik lain.
En: However, Dewi's head whispered otherwise.
Id: Ia ingin melihat lebih banyak, merasakan setiap sudut sejarah.
En: She wanted to see more, to feel every corner of history.
Id: Kakinya melangkah maju, menantang hujan yang makin deras.
En: Her feet stepped forward, challenging the increasingly heavy rain.
Id: Sampai tiba-tiba, langkahnya goyah—kesadarannya makin menipis.
En: Then suddenly, her steps wobbled—her consciousness waning.
Id: Rahmat menggenggam tangannya dengan erat, rasa khawatir makin menjadi-jadi.
En: Rahmat held her hand tightly, his concern growing stronger.
Id: Dengan cepat, Rahmat memandang sekeliling dan melihat papan penunjuk ke pos pertolongan pertama.
En: Quickly, Rahmat looked around and saw a sign pointing to the first aid post.
Id: Dia memapah Dewi menuju ke sana, berusaha menenangkan temannya sambil memacu langkah.
En: He supported Dewi towards it, trying to calm his friend while quickening his pace.
Id: Air hujan membasahi tanah dan batu, membuat setiap gundukan licin.
En: The rain soaked the ground and stones, making every bump slippery.
Id: Tapi Rahmat tak mau menyerah.
En: But Rahmat refused to give up.
Id: Sampai akhirnya mereka mencapai pos itu, tepat ketika Dewi hampir tumbang.
En: Finally, they reached the post, just as Dewi almost collapsed.
Id: Petugas medis langsung memberi penanganan.
En: The medical staff immediately provided treatment.
Id: Perlahan, kondisi Dewi mulai membaik.
En: Slowly, Dewi's condition began to improve.
Id: Rahmat duduk di samping Dewi, mengusap lembut punggungnya.
En: Rahmat sat beside Dewi, gently rubbing her back.
Id: “Terima kasih,” kata Dewi dengan suara parau, “Aku tahu kau bilang begitu untuk kebaikanku.
En: "Thank you," Dewi said with a hoarse voice, "I know you said that for my good."
Id: ”Rahmat tersenyum, “Kali ini biarkan petualangan kita selesai dengan aman dahulu, Dewi.
En: Rahmat smiled, "This time, let our adventure end safely first, Dewi.
Id: Ada banyak waktu lain untuk menjelajah.
En: There is plenty of time to explore later."
Id: ”Sambil menanti hujan reda, Dewi berpikir tentang pentingnya kesehatan.
En: While waiting for the rain to subside, Dewi thought about the importance of health.
Id: Petualangan bisa menunggu, pikirnya.
En: Adventure can wait, she thought.
Id: Melihat sahabatnya yang selalu siap untuk membantu, ia merasa bersyukur.
En: Seeing her friend always ready to help, she felt grateful.
Id: Borobudur tetap berdiri megah, siap menanti mereka di lain kesempatan.
En: Borobudur still stood grandly, ready to welcome them another time.
Id: Kini, Dewi merasakan kedamaian baru.
En: Now, Dewi felt a new peace.
Id: Bukan hanya dari keindahan candi, tetapi dari pelajaran berharga yang ia dapatkan bersama sahabat sejatinya, Rahmat.
En: Not just from the beauty of the temple, but from the valuable lesson she learned with her true friend, Rahmat.
Vocabulary Words:
- dark: gelap
- sign: pertanda
- captivated: terpesona
- intricate: rumit
- dense: lebat
- curious: ingin tahu
- adventure: berpetualang
- miss: melewatkan
- magnificent: megah
- itching: gatal
- symptoms: gejala
- vigilant: berjaga-jaga
- flares up: kambuh
- exploring: menjelajah
- health: kesehatan
- wobble: goyah
- consciousness: kesadaran
- waning: menipis
- supported: memapah
- soaked: membasahi
- collapsed: tumbang
- treatment: penanganan
- hoarse: parau
- plenty: banyak
- subside: reda
- grateful: bersyukur
- peace: kedamaian
- valuable: berharga
- lesson: pelajaran
- welcoming: menanti