
Sign up to save your podcasts
Or


"Frekuensi yang Sama" mengisahkan tiga sahabat—Aira, Tasya, dan Naya—yang menghadapi jarak emosional akibat kesibukan kuliah. Di tengah obrolan santai di kafe, keraguan dan kecemasan Aira untuk bergabung di lab radio menjadi simbol perjalanan mereka menerima perubahan tanpa melepas ikatan persahabatan.
Melalui tawa, perdebatan, dan keheningan penuh makna, mereka menyadari bahwa sejauh apapun jarak memisahkan, selama hati mereka tetap selaras pada frekuensi yang sama, persahabatan akan selalu bertahan.
kadang rasanya bener,
tapi semesta gak ngizinin.
ini bukan soal cinta yang kurang,
tapi soal dua hati yang ketemu di waktu yang salah.
Sudah satu tahun semenjak Vanya pergi, nyatanya luka itu masih ada, bahkan perasaan ini tak ada yang berubah. Aku memutuskan untuk hilang sementara, entah sampai kapan, hanya waktu yang tau jawabannya. Kenyataan ini memuntahkan dosa tepat di depan wajahku, awalnya aku berpikir begitu, tapi tidak! Aku dan Vanya adalah berkat? Isn't it? Atau ini semua adalah pembenaran?
Kita sudah berdosa! Hubungan kita adalah dosa! Ujar Raja dalam mimpi di kala itu. Raja mampu menenangkan aku dengan lembut, katanya mimpi hanya bunga tidur, kesalahanku adalah terlalu percaya padanya. Kenyataan yang aku temukan berikutnya, mengubah hampir seluruh hidupku. Perasaan familiar yang tak aku temukan di hubungan sebelumnya ternyata bukan tanpa alasan, nyatanya Raja lebih dari seorang kekasih selama ini, tetapi apakah hubungan seperti ini yang aku inginkan?
From the publisher's feed