Truth Daily Enlightenment

AKU MEMILIH-MU, ALLAH!


Listen Later

Satu hal yang sangat prinsip yang harus disadari adalah bahwa dalam hidup ini kita harus memilih. Ini adalah tatanan yang tidak bisa dilanggar atau dihindari. Sejak semula Allah menciptakan manusia dengan keadaan harus memilih dan mengambil keputusan berdasarkan keinsyafan batin masing-masing individu. Fakta ini sudah ditunjukkan dengan sangat jelas dalam Kitab Kejadian. Adam harus memilih dan mengambil keputusan, yaitu makan buah yang dilarang Allah untuk dikonsumsi atau tidak mengkonsumsinya. Adalah suatu kesalahan kalau diajarkan bahwa Allah menentukan segala sesuatu, seakan-akan keadaan atau nasib manusia ditentukan oleh suratan takdir yang sudah digariskan oleh Allah. Dengan pemahaman ini, manusia hanya menerima saja apa yang ditentukan Allah baginya untuk dijalani. Namun, yang benar adalah bahwa manusia menentukan keadaan dan nasibnya sendiri. Dalam kaitannya dengan tema “Hidup di Hadapan Allah,” manusia harus memilih dan menentukan nasib atau keadaan dirinya sendiri. Manusia harus memilih atau menentukan apakah dirinya berkehendak hidup di hadapan Allah atau tidak.
Kuasa kegelapan melalui gaya hidup yang dikenakan orang-orang fasik memengaruhi orang-orang Kristen di sekitarnya untuk hidup dalam keadaan status quo. Status quo artinya suatu kondisi yang statis, tidak ada perubahan atau perbaikan. Mereka terus-menerus mengikuti gaya hidup manusia di sekitarnya sampai pada suatu keadaan di mana mereka menjadi rusak dan tidak dapat diubah atau diperbaiki lagi. Keadaan yang tidak bisa diubah atau tidak dapat diperbaiki ini terjadi, kalau seorang Kristen sudah terbelenggu oleh roh perbudakan dunia. Mereka mencintai dunia karena seluruh gairah dan cita rasa jiwanya sudah terperangkap di dalamnya. Mereka sampai pada “titik tidak balik” sehingga seseorang tidak lagi memiliki kesadaran terhadap kekudusan Allah secara benar. Orang-orang seperti ini tentu saja tidak akan pernah mencapai dan memiliki keselamatan yang Allah berikan, yaitu dikembalikannya manusia kepada rancangan semula Allah.
Hal tersebut di atas terjadi atas orang-orang Kristen yang pikirannya tidak diisi oleh kebenaran yang murni dari Alkitab, sehingga mereka tidak mengerti bagaimana seharusnya menyelenggarakan hidup sesuai dengan kehendak Allah. Mereka berkeadaan tidak tahu kalau mereka sebenarnya tidak tahu, tetapi merasa sudah tahu. Hal ini sama dengan orang yang tidak menyadari kesalahannya. Walaupun mereka ke gereja, bahkan mengambil bagian dalam kegiatan pelayanan, mereka tidak tahu kalau sebenarnya mereka salah menjalani hidup. Mereka tidak hidup di hadapan Allah secara benar sesuai standar-Nya. Ternyata, “bukan hanya orang awam” yang bisa berkeadaan seperti yang dikemukakan di atas, para aktivis, majelis gereja bahkan rohaniwan yang telah disahkan sinode sebagai pejabatnya juga bisa berkeadaan demikian.
Teolog-teolog yang merasa sudah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai Allah ternyata hanya memiliki teori dan pengetahuan tentang Allah, tetapi tidak mengalami Allah yang hidup secara langsung. Mereka tidak hidup di hadapan Allah. Tidak heran kalau pikiran mereka masih materialistis, mencari hormat dari manusia, arogan karena memiliki gelar kesarjanaan teologi, dan hidup dalam kewajaran seperti manusia lain. Terjadinya pertikaian di sekolah-sekolah tinggi teologi, dan sinode-sinode pada dasarnya sering disebabkan karenaperebutan posisi atau kedudukan. Pelaku-pelakunya adalah teolog-teolog yang memiliki gelar berlapis di depan dan di belakang namanya.
Hidup di hadapan Allah adalah pilihan. Kita memilih bukan satu kali memilih, melainkan berkali-kali di sepanjang perjalanan hidup setiap hari. Kita tidak cukup merasa sudah memilih menjadi Kristen atau menjadi aktivis gereja bahkan menjadi pendeta. Pilihan harus dilakukan sepanjang waktu hidup di setiap hari, bahkan di setiap saat dan dalam segala hal. Pilihan-pilihan tersebut merupakan wujud dari komitmen setiap individu untuk memilih Allah atau tidak.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings